Waspadai Turbulensi Politik Kabinet Jokowi Tahun 2022

Kamis, 22 April 2021 - 19:41 WIB
loading...
Waspadai Turbulensi...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk mewaspadai terjadinya turbulensi politik pada tahun 2022. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta untuk mewaspadai terjadinya turbulensi politik pada tahun 2022. Turbulensi dinilai bisa muncul seiring mendekatnya masuknya tahun politik dan krisis ekonomi.

"Ada hal yang harus benar-benar diwaspadai Jokowi agar di tahun 2022 tidak terjadi turbulensi politik akibat perbauran mulai masuknya tahun politik dan terjadinya krisis ekonomi," kata Mochtar Mohammad, kader PDIP yang juga mantan Wali Kota Bekasi, Mochtar Mohamad dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/4/2021).

Mochtar yang mengaku kenal Jokowi sejak tahun 2008 saat sama-sama menjadi wali kota yakin Jokowi akan berhasil menata pemerintah. Kendati demikian, turbulensi politik bisa terjadi jika krisis ekonomi dan situasi politik tidak diimbangi dengan kecakapan kinerja kabinet.

"Ini akan menjadi masalah serius mana kala kabinet Jokowi tidak seirama dan tidak serius dalam mengenali masalahdan menangani masalah," tandas Ketua Deklarasi Capres dan Cawapres 2009 Megawati-Prabowo ini.

Menurut dia, ada beberapa indikator perlu mewaspadai turbuilensi politik pada 2022. Salah satunya kabinet yang didominasi unsur menteri dari partai politik.

Sementara sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tantang Pemilihan Umum, tahapan pencoblosan Pilpres 2024 dan tahapan Pemilu Legislatif 2024 bulan Maret 2024. Sedangkan tahapannya dimulai 20 bulan sebelum pencoblosan.

Itu artinya, kata dia, Juli 2022 sudah masuk tahapan pemilu, baik pilpres maupun pileg. "Menteri dari partai yang berniat menjadi capres, dan berniat untuk menjadi anggota legislatif, pikirannya akan bercabangdi dalam tugasnya sebagai menteridan misi politik dirinya menjelang pileg dan pilpres," tandasnya. Baca juga: Reshuffle Kabinet Jilid II, PDIP: Kalau Ditambah Alhamdulillah

Menurut dia, pada 2022 juga rawan terjadinya penggalangan dana oleh anggota kabinet yang terindikasi punya misi politik di Pilpres 2024. "Mereka rawan melakukan upaya penggelangan dana melaluikewenangan yang melekat pada dirinya untuk kepentingan pribadi," tandasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
3 Tim Pertama Tersingkir...
3 Tim Pertama Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Dua Jadi Korban Aturan Baru FIFA
BMKG Deteksi Siklon...
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mekkhala, Ingatkan Potensi Hujan Lebat
Berita Terkini
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kapolri: Kegiatan Sebelum Diserahkan ke Kejaksaan
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved