Akankah Partai Gelora Gerus Suara PKS? Pengamat Ungkap Sejumlah Fakta
Kamis, 21 Mei 2020 - 13:39 WIB
loading...
A
A
A
"Logikanya jika Gelora bisa menggerus PKS, pemilu 2019 harusnya suaranya jeblok karena Anis matta, Fahri Hamzah, dan Mahfudz Siddiq keluar dari PKS menjelang pemilu. Mereka keluar, suara PKS malah bertambah," ujar dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu.
Ubedilah menilai daya pikat Anis Matta, Fahri Hamzah, dan Mahfudz sedang meredup dan memudar. Meski pernah menjadi elit bahkan Anis Matta sempat menduduki jabatan Presiden PKS, ketiganya dianggap pembelot. Tipologi segmen pasar dari ketiga tokoh Gelora itu masyarakat muslim perkotaan. Masalahnya. Sudah dikapling oleh PKS, PAN, PBB, dan sebagian PPP.
Sebagai partai baru, Gelora menghadapi partai-partai besar yang sudah lama bercokol dalam belantika politik nasional. Masalah partai baru adalah tidak punya diferensiasi yang kuat dengan partai lama. Gelora sendiri tidak jelas kemana pasarnya, yang paling mungkin bergesekan dengan PKS dan menggarap pasar muslim perkotaan.
Belum lagi, Gelora harus bersaing dengan partai baru yang sudah mengkavling pasar tertentu. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggarap segem anak muda. Partai Berkarya mengambil segmen eks Partai Golkar. Kemudian, segmen terbuka sudah dikavling Perindo.
"Apalagi Partai Gelora dari tokoh-tokohnya secara financial capital juga tidak sekuat tiga partai tersebut. Kalau mereka klaim memiliki financial capital sekuat tiga partai tersebut berarti ada pemilik modal yang mungkin berada dibalik mereka," pungkasnya.
Ubedilah menilai daya pikat Anis Matta, Fahri Hamzah, dan Mahfudz sedang meredup dan memudar. Meski pernah menjadi elit bahkan Anis Matta sempat menduduki jabatan Presiden PKS, ketiganya dianggap pembelot. Tipologi segmen pasar dari ketiga tokoh Gelora itu masyarakat muslim perkotaan. Masalahnya. Sudah dikapling oleh PKS, PAN, PBB, dan sebagian PPP.
Sebagai partai baru, Gelora menghadapi partai-partai besar yang sudah lama bercokol dalam belantika politik nasional. Masalah partai baru adalah tidak punya diferensiasi yang kuat dengan partai lama. Gelora sendiri tidak jelas kemana pasarnya, yang paling mungkin bergesekan dengan PKS dan menggarap pasar muslim perkotaan.
Belum lagi, Gelora harus bersaing dengan partai baru yang sudah mengkavling pasar tertentu. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggarap segem anak muda. Partai Berkarya mengambil segmen eks Partai Golkar. Kemudian, segmen terbuka sudah dikavling Perindo.
"Apalagi Partai Gelora dari tokoh-tokohnya secara financial capital juga tidak sekuat tiga partai tersebut. Kalau mereka klaim memiliki financial capital sekuat tiga partai tersebut berarti ada pemilik modal yang mungkin berada dibalik mereka," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :