Akankah Partai Gelora Gerus Suara PKS? Pengamat Ungkap Sejumlah Fakta

Kamis, 21 Mei 2020 - 13:39 WIB
loading...
Akankah Partai Gelora...
Lahirnya Partai Gelora yang dibesut oleh mantan elite PKS. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sejak era reformasi para elite politik silih berganti mendirikan partai. Ada yang berkembang dan lolos ke Senayan. Namun, tak sedikit yang tenggelam oleh superioritas partai besar dan lama.

(Baca juga: Partai Gelora Indonesia Kantongi SK Menkumham)

Yang terbaru adalah lahirnya Partai Gelora. Partai ini dibesut oleh mantan elite Partai Keadilan Sejahtera (PKS), seperti Anis Matta, Fahri Hamzah, dan Mahfudz Siddiq. Dengan partai baru, para politikus itu harus bekerja keras membangun jaringan dan infrastruktur. Tentu itu membutuhkan sokongan logistik yang besar.

Pengamat politik Ubedilah Badrun mengatakan Partai Gelora akan sulit lolos parliamentary threshold karena momentum kemunculannya tidak tepat. Apalagi para pendirinya merupakan wajah lama yang berasal dari PKS. Di sisi lain, “saudara tua” Partai Gelora itu sedang naik daun dalam kancah politik nasional.

"Ini fakta pada pemilu 2019, PKS mendapatkan suara 11.493.663 atau 8,21 persen. Naik signifikan dibanding pemilu 2014 yang hanya memperoleh 8.480.204 suara atau 6,79 persen," terangnya kepada SINDOnews, Kamis (21/5/2020).

(Baca juga: Pemerintah Tak Boleh Anggap Remeh Gerakan “Indonesia Terserah”)

Keberadaan Partai Gelora pun tidak akan menggerus pasar PKS. Sejumlah riset menunjukan lapisan menengah ke bawah dalam tubuh PKS justru merupakan kader yang loyal. Penambahan suara yang signifikan pada pemilu 2019 merupakan fakta yang tak bisa dibantah.

"Logikanya jika Gelora bisa menggerus PKS, pemilu 2019 harusnya suaranya jeblok karena Anis matta, Fahri Hamzah, dan Mahfudz Siddiq keluar dari PKS menjelang pemilu. Mereka keluar, suara PKS malah bertambah," ujar dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu.

Ubedilah menilai daya pikat Anis Matta, Fahri Hamzah, dan Mahfudz sedang meredup dan memudar. Meski pernah menjadi elit bahkan Anis Matta sempat menduduki jabatan Presiden PKS, ketiganya dianggap pembelot. Tipologi segmen pasar dari ketiga tokoh Gelora itu masyarakat muslim perkotaan. Masalahnya. Sudah dikapling oleh PKS, PAN, PBB, dan sebagian PPP.

Sebagai partai baru, Gelora menghadapi partai-partai besar yang sudah lama bercokol dalam belantika politik nasional. Masalah partai baru adalah tidak punya diferensiasi yang kuat dengan partai lama. Gelora sendiri tidak jelas kemana pasarnya, yang paling mungkin bergesekan dengan PKS dan menggarap pasar muslim perkotaan.

Belum lagi, Gelora harus bersaing dengan partai baru yang sudah mengkavling pasar tertentu. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggarap segem anak muda. Partai Berkarya mengambil segmen eks Partai Golkar. Kemudian, segmen terbuka sudah dikavling Perindo.

"Apalagi Partai Gelora dari tokoh-tokohnya secara financial capital juga tidak sekuat tiga partai tersebut. Kalau mereka klaim memiliki financial capital sekuat tiga partai tersebut berarti ada pemilik modal yang mungkin berada dibalik mereka," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Dorong Kualitas Keterwakilan...
Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan yang Inklusif
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Momen Jokowi Salat Jumat...
Momen Jokowi Salat Jumat Masjid Al Hikmah Sebelum Blusukan di Lampung
Kaesang Kaget Foto Jokowi...
Kaesang Kaget Foto Jokowi Lebih Banyak di Rakorwil PSI Kaltim
Bidik Penguatan Basis...
Bidik Penguatan Basis Distrik, Wakil Bupati Yan Kiraklak Resmi Pimpin DPD Partai Perindo Yalimo
Rekomendasi
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
GAPKI: Pengawasan Ekspor...
GAPKI: Pengawasan Ekspor Sawit Sudah Ketat, Kuncinya Penegakan Hukum
Berita Terkini
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Bareskrim Didesak Pulihkan...
Bareskrim Didesak Pulihkan Hak Korban Penipuan dan Penggelapan Dana Syariah Indonesia
Pengamat: Penegakan...
Pengamat: Penegakan Hukum Jadi Cermin Kualitas Demokrasi
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Survei Puspoll Indonesia,...
Survei Puspoll Indonesia, Kepuasan Publik Atas Kinerja Presiden Prabowo Capai 64,8 Persen
Infografis
7 Fakta Pulau Pedofil...
7 Fakta Pulau Pedofil Jeffrey Epstein: Kuil Misterius hingga Dugaan Kejahatan Seksual
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved