Wahid Foundation Kembali Dukung Deklarasi Kelurahan Damai
Senin, 12 April 2021 - 19:05 WIB
loading...
A
A
A
“Perwakilan UN Woman di Jakarta ingin sekali melihat secara langsung bagaimana inisiatif Desa/Kelurahan Damai Wahid Foundation berjalan yang digerakkan oleh Pokja Desa/kelurahan Damai di daerah masing-masing. Terlebih, mereka tertarik sekali dengan potensi lokal seperti budaya dan wisatanya yang bisa dimanfaatkan untuk mempromosikan perdamaian dan bisa menghasilkan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat, khusunya bagi pemuda," tutur Mujtaba Hamdi saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Deklarasi Kelurahan Damai Duren Seribu.
Menurut Mujtaba, potensi wisata dan budaya yang dimiliki kelurahan Durenseribu, bisa dlselaraskan dengan kebiasan pemuda yang selama ini dekat dengan gadget atau gawai sehingga bisa turut mempromosikan potensi budaya dan wisata dengan nilai-nilai perdamaian dan toleransi melalui gadget mereka. Baca juga: Terdampak Banjir, Desa Terpencil di Bima NTB Dapat Bantuan Sembako
Di sisi lain, tujuan berjalannya Program Desa Damai ini adalah untuk merealisasikan keadilan di tengah masyarakat, khususnya untuk kelompok perempuan. Mengutip apa yang sering disampaikan Almarhum KH. Abdurrahman Wahid, Mujtaba hamdi mengatakan, “Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi,” tegas Mujtaba menjelaskan tujuan dari Program Desa Damai.
Keadilan yang dimaksud dalam kutipan tersebut, menurut Mujtaba, merupakan keadilan yang bersifat menyeluruh kaitannya dengan keadilan tentang pemenuhan hak-hak bagi perempuan dan laki-laki yang adil, dan perlindungan anak. Maka dari itu, Pokja Kelurahan Damai Duren Seribu melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) Rencana Aksi Desa Damai dan Setara (RADes) sesaat setelah deklarasi selesai dilaksanakan.
RADes Damai dan Setara ini menjadi turunan program kebijakan Desa atau Kelurahan yang bertujuan untuk membangun mekanisme perlindungan dan pemberdayaan bagi perempuan untuk mempromosikan perdamaian dan keadilan gender, termasuk didalamnya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan.
Menurut Mujtaba, potensi wisata dan budaya yang dimiliki kelurahan Durenseribu, bisa dlselaraskan dengan kebiasan pemuda yang selama ini dekat dengan gadget atau gawai sehingga bisa turut mempromosikan potensi budaya dan wisata dengan nilai-nilai perdamaian dan toleransi melalui gadget mereka. Baca juga: Terdampak Banjir, Desa Terpencil di Bima NTB Dapat Bantuan Sembako
Di sisi lain, tujuan berjalannya Program Desa Damai ini adalah untuk merealisasikan keadilan di tengah masyarakat, khususnya untuk kelompok perempuan. Mengutip apa yang sering disampaikan Almarhum KH. Abdurrahman Wahid, Mujtaba hamdi mengatakan, “Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi,” tegas Mujtaba menjelaskan tujuan dari Program Desa Damai.
Keadilan yang dimaksud dalam kutipan tersebut, menurut Mujtaba, merupakan keadilan yang bersifat menyeluruh kaitannya dengan keadilan tentang pemenuhan hak-hak bagi perempuan dan laki-laki yang adil, dan perlindungan anak. Maka dari itu, Pokja Kelurahan Damai Duren Seribu melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) Rencana Aksi Desa Damai dan Setara (RADes) sesaat setelah deklarasi selesai dilaksanakan.
RADes Damai dan Setara ini menjadi turunan program kebijakan Desa atau Kelurahan yang bertujuan untuk membangun mekanisme perlindungan dan pemberdayaan bagi perempuan untuk mempromosikan perdamaian dan keadilan gender, termasuk didalamnya pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan.
Lihat Juga :