Program Desa Damai Diharapkan Ciptakan Masyarakat Rukun di Tengah Perbedaan

Selasa, 04 Mei 2021 - 22:17 WIB
loading...
Program Desa Damai Diharapkan...
Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid menghadiri deklarasi yang bertema Merawat Kebersamaan Demi Mewujudkan Perdamaian di Desa Damai Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Foto/SINDOnews
A A A
SUKOHARJO - Wahid Foundation mendukung deklarasi Desa Damai Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Deklarasi itu mengangkat tema Merawat Kebersamaan Demi Mewujudkan Perdamaian. Deklarasi yang dilaksanakan pada Senin (3/5/2021) dihadiri langsung oleh Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid.

Sejumlah tokoh lain juga turut hadir, di antaranya adalah Bupati Sukoharjo Hj Etik Suryani, Direktur Kerja Sama Regional dan Multilateral BNPT Zaim Al-Khalish Nasution, Pembina FKUB (Kebersamaan) Kabupaten Klaten Gus Jazuli, dan sejumlah tokoh dan berbagai elemen masyarakat setempat termasuk juga dihadiri seluruh anggota Kelompok Kerja (Pokja) Desa Damai Telukan dan sejumlah Pokja lain di Jawa Tengah yang telah lebih dulu mendeklarasikan diri menjadi Desa Damai seperti Pokja Nglinggi, Jetis dan Gemblegan Kabupaten Klaten, dan Kelurahan Tipes Surakarta. Baca juga: Wahid Foundation Harap Program Desa Damai Dikembangkan di Sumenep

Dalam kesempatan itu, Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid mengatakan Program Desa Damai ini sudah dilaksanakan sejak tiga tahun terakhir di beberapa desa atau kelurahan di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Program ini digagas Wahid Foundation berkolaborasi dengan UN Woman untuk menguatkan resiliensi masyarakat dari paham ekstremis yang bisa memprovokasi terjadinya konflik di tengah masyarakat.

“Program ini adalah program yang kami gagas bekerja sama dengan UN Woman untuk mencoba meningkatkan resiliensi atau ketahanan masyarakat," katanya.

Yenny mengatakan harapan utama terlaksananya Program Desa Damai tersebut adalah untuk menciptakan masyarakat yang bisa hidup rukun dan damai di tengah perbedaan. “Harapannya adalah kami ingin menciptakan masyarakat yang bisa lebih hidup rukun dan lebih damai walaupun terdapat banyak perbedaan di tengah masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani juga turut mengungkapkan harapannya atas deklarasi Desa Damai Telukan tersebut. Dirinya mengatakan deklarasi itu diharapkan bisa meningkatkan rasa saling menghormati dan pengertian antar umat beragama dan bisa menjadikan kehidupan masyarakat harmonis, guyub, dan rukun. “Insya Allah dengan saling menghormati antar umat beragama hidup bisa guyub rukun, adem ayem,” ucapnya.

Etik menerangkan kebebasan berpendapat dewasa ini seringkali dimanfaatkan sebagai alat propaganda untuk merongrong pemerintah sebagai unsur kedaulatan NKRI. Tindakan menghasut yang dapat membangkitkan kemarahan publik dilatarbelakangi oleh sikap intoleran dan faham radikal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kongres Luar Biasa KOWANI...
Kongres Luar Biasa KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
Cerita Yenny Wahid tentang...
Cerita Yenny Wahid tentang Perannya saat Gus Dur Menjabat Presiden
Yenny Wahid Bicara Soal...
Yenny Wahid Bicara Soal Polemik Komika Pandji yang Dilaporkan ke Polisi
Perkuat Kemandirian...
Perkuat Kemandirian Ekonomi dan Sosial Perempuan, Wahid Foundation Luncurkan Maitra
Ramadan Berkah, Program...
Ramadan Berkah, Program Gus Dur for Humanity Berdayakan Perempuan
Sampaikan Warisan Gus...
Sampaikan Warisan Gus Dur, Yenny Wahid: Gunakan Kekuasaan untuk Layani Masyarakat, Bukan Diri Sendiri
Yenny Wahid: Dukungan...
Yenny Wahid: Dukungan Prabowo untuk Pelatnas Jangka Panjang Jadi Investasi Masa Depan Olahraga
Raih Penghargaan Womens...
Raih Penghargaan Women's Inspiration Awards, Yenny Wahid Dedikasikan untuk Seluruh Perempuan Indonesia
Soal Beda Awal Puasa,...
Soal Beda Awal Puasa, Yenny Wahid Tegaskan Pentingnya Hormati Perbedaan
Rekomendasi
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Komitmen Dukung Ekonomi Nasabah Pensiunan lewat Toko Aice Manado
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Berita Terkini
Sebut 108 UU Perlu Diubah,...
Sebut 108 UU Perlu Diubah, Cak Imin: Omnibus Law Ciptaker hingga Agraria
KPK: Sebelum Serahkan...
KPK: Sebelum Serahkan Amplop ke Menhut, Bupati Kuansing Kumpulkan SGD 46.500
PPATK Ungkap Perputaran...
PPATK Ungkap Perputaran Dana Judi Online Turun hingga Rp286,84 Triliun di Era Prabowo
Yane Bima Arya Harap...
Yane Bima Arya Harap Setiap Anak Peroleh Kasih Sayang dan Rasa Aman
90 AKBP Dapat Promosi...
90 AKBP Dapat Promosi Jabatan Jadi Kombes Pol pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Samin Tan Cs Segera...
Samin Tan Cs Segera Disidang Kasus Korupsi Tambang
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved