Wahid Foundation Kembali Dukung Deklarasi Kelurahan Damai
Senin, 12 April 2021 - 19:05 WIB
loading...
Wahid Foundation melaksanakan deklarasi menjadi Desa atau Kelurahan Damai di Kelurahan Durenseribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Wahid Foundation kembali mendukung Desa atau Kelurahan untuk melaksanakan deklarasi menjadi Desa atau Kelurahan Damai . Kali ini giliran kelurahan Durenseribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok yang mendeklarasikan diri menjadi Kelurahan Damai Wahid Foundation.
Aparat dan seluruh elemen masyarakat Kelurahan tersebut termasuk kelompok perempuan dan pemuda yang tergabung di dalam Kelompok Kerja (Pokja) Desa atau Kelurahan Damai sudah sejak lama mengikuti kegiatan dalam Program Desa Damai Wahid Foundation, namun baru kali ini sepakat mendeklarasikan diri menjadi Kelurahan Damai. Baca juga: UIN Jakarta-Wahid Foundation Tawarkan Beasiswa bagi Mahasiswa Peneliti Gus Dur
Diketahui, Kelurahan Durenseribu selama ini dinilai memiliki potensi budaya dan wisata yang potensial seperti yang disampaikan Lurah Duren Seribu, Suhendar SP saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Deklarasi dan Rencana Aksi Desa Damai dan Setara (RaDes) Kelurahan Damai Wahid Foundation.
“Kelurahan Durenseribu ini sangat cocok dijadikan kampung damai dalam Program Desa Damai Wahid Foundation, sebab desa ini memiliki potensi wisata, budaya, dan kuliner yang bisa dimanfaatkan untuk kontribusi kegiatan positif kepada masyarakat sehingga bisa menghilangkan kegiatan-kegiatan negatif yang tidak perlu seperti narkoba, pergaulan bebas, dan tidak terjadi kekerasan dalam rumah tangga di dalamnya,” ujar Suhendar SP dalam keterangannya, Senin (12/4/2021).
Sementara itu, Direktur Eksekutif Wahid Foundation, Mujtaba Hamdi menyampaikan hal yang serupa. Menurutnya, potensi wisata dan budaya yang dimiliki oleh Kelurahan Durenseribu selama ini juga dilirik oleh perwakilan UN Woman di Jakarta dan diharapkapkan bisa berkontribusi terhadap promosi perdamaian dan toleransi di wilayah tersebut.
Aparat dan seluruh elemen masyarakat Kelurahan tersebut termasuk kelompok perempuan dan pemuda yang tergabung di dalam Kelompok Kerja (Pokja) Desa atau Kelurahan Damai sudah sejak lama mengikuti kegiatan dalam Program Desa Damai Wahid Foundation, namun baru kali ini sepakat mendeklarasikan diri menjadi Kelurahan Damai. Baca juga: UIN Jakarta-Wahid Foundation Tawarkan Beasiswa bagi Mahasiswa Peneliti Gus Dur
Diketahui, Kelurahan Durenseribu selama ini dinilai memiliki potensi budaya dan wisata yang potensial seperti yang disampaikan Lurah Duren Seribu, Suhendar SP saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan Deklarasi dan Rencana Aksi Desa Damai dan Setara (RaDes) Kelurahan Damai Wahid Foundation.
“Kelurahan Durenseribu ini sangat cocok dijadikan kampung damai dalam Program Desa Damai Wahid Foundation, sebab desa ini memiliki potensi wisata, budaya, dan kuliner yang bisa dimanfaatkan untuk kontribusi kegiatan positif kepada masyarakat sehingga bisa menghilangkan kegiatan-kegiatan negatif yang tidak perlu seperti narkoba, pergaulan bebas, dan tidak terjadi kekerasan dalam rumah tangga di dalamnya,” ujar Suhendar SP dalam keterangannya, Senin (12/4/2021).
Sementara itu, Direktur Eksekutif Wahid Foundation, Mujtaba Hamdi menyampaikan hal yang serupa. Menurutnya, potensi wisata dan budaya yang dimiliki oleh Kelurahan Durenseribu selama ini juga dilirik oleh perwakilan UN Woman di Jakarta dan diharapkapkan bisa berkontribusi terhadap promosi perdamaian dan toleransi di wilayah tersebut.
Lihat Juga :