Putri Gus Dur Terkejut Dapat Penghargaan dari Pemerintah Jepang
Senin, 13 September 2021 - 20:53 WIB
loading...
Putri Gus Dur, Yenny Wahid menerima penghargaan dari Pemerintah Jepang. Foto/Dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid ( Gus Dur ), Yenny Wahid menerima penghargaan dari Pemerintah Jepang. Wanita bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh itu dianggap sukses menekan kecenderungan radikalisme dan kekerasan melalui program desa damai.
Penghargaan itu pun membuat Yenny Wahid terkejut. "Saya surprised. Tak pernah mengira Pemerintah Jepang mencermati program ini," kata Yenny Wahid , Senin (13/9/2021).
Direktur Wahid Foudation ini pun menyampaikan banyak terimakasih dan penghargaan atas apresiasi Pemerintah Jepang. "Saya maknai sebagai penghargaan kepada kaum perempuan yang berkontribusi dan berdedikasi dalam program ini. Merekalah yang berhak. Saya menerima penghargaan ini atas nama mereka," ujar Yenny Wahid, alumnus Universitas Harvard ini.
Yenny menjelaskan, program desa damai yang diprakarsai UN Women dengan sokongan Pemerintah Jepang sejak tahun 2017 itu telah berjalan baik di beberapa desa berbagai daerah. “Dengan perempuan sebagai subjek program, inisiatif desa damai telah membentuk mekanisme inovatif untuk mencegah ekstrimisme dan kekerasan pada level dini di tingkat akar rumput," katanya.
Baca juga: Profil Singkat 4 Putri Gus Dur-Sinta Nuriyah, Ada yang Pernah Jadi Stafsus Presiden SBY
Penghargaan itu pun membuat Yenny Wahid terkejut. "Saya surprised. Tak pernah mengira Pemerintah Jepang mencermati program ini," kata Yenny Wahid , Senin (13/9/2021).
Direktur Wahid Foudation ini pun menyampaikan banyak terimakasih dan penghargaan atas apresiasi Pemerintah Jepang. "Saya maknai sebagai penghargaan kepada kaum perempuan yang berkontribusi dan berdedikasi dalam program ini. Merekalah yang berhak. Saya menerima penghargaan ini atas nama mereka," ujar Yenny Wahid, alumnus Universitas Harvard ini.
Yenny menjelaskan, program desa damai yang diprakarsai UN Women dengan sokongan Pemerintah Jepang sejak tahun 2017 itu telah berjalan baik di beberapa desa berbagai daerah. “Dengan perempuan sebagai subjek program, inisiatif desa damai telah membentuk mekanisme inovatif untuk mencegah ekstrimisme dan kekerasan pada level dini di tingkat akar rumput," katanya.
Baca juga: Profil Singkat 4 Putri Gus Dur-Sinta Nuriyah, Ada yang Pernah Jadi Stafsus Presiden SBY
Lihat Juga :