TNI AL Kembali Kerahkan KRI untuk Bawa Bantuan 700 Ton ke NTT

loading...
TNI AL Kembali Kerahkan KRI untuk Bawa Bantuan 700 Ton ke NTT
KSAL Laksamana TNI Yudo Margono melepas keberangkatan KRI Tanjung Kambani-971 yang akan membawa bantuan logistik makanan dan pakaian untuk korban bencana alam di Provinsi NTT. Foto/SINDOnews
JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) kembali mengerahkan kapal untuk membawa bantuan logistik makanan dan pakaian untuk korban bencana alam di sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan menerjunkan KRI Tanjung Kambani-971 untuk mengirimkan 700 ton logistik yang terdiri dari 1.800 Kg Beras, pakaian dan juga alat berat untuk evakuasi. “Pengiriman logistik sebanyak 700 ton ini merupakan perintah langsung dari Bapak Panglima TNI, dalam program TNI AL peduli akan keadaan saudara saudara kita yang tertimpa musibah di NTT,” Kata Yudo di Dermaga 2 JICT, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Senin (12/4/2021). Baca juga: TNI AL Kirim Rumah Sakit Apung Bantu Rawat Korban Bencana NTT

Yudo menyebut, kapal yang berangkat dari pelabuhan Tanjung Priok dengan membawa ratusan ton logistik tersebut di perkirakan akan sampai di Pelabuhan Lewoleba Lembata, NTT empat hari ke depan. “Kurun waktu tempuh sekitar empat hari hingga sampai lokasi tujuan” ujarnya. Baca juga: TNI AL Kerahkan Dua KRI Bawa Bantuan bagi Korban Bencana di NTT

Adapun dalam penanganan bencana alam yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur, TNI AL telah menerjunkan sejumlah kapal perang. Seperti KRI Oswal Siahaan 354 (OWA), KRI Ahmad Yani-351, KRI Semarang - 594 dan yang terakhir KRI Tanjung Kambani - 971. Dari beberapa kapal tersebut diketahui membawa sejumlah bantuan logistik, relawan maupun tenaga medis

Sementara itu berdasarkan data sementara BNPB, tercatat sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor. Korban meninggal terbanyak terdapat di Lembata, yakni 67 orang. Korban meninggal di Flores Timur 49 orang dan Alor 12 orang. Banjir juga menyebabkan 8.424 orang dari 2.019 keluarga mengungsi.

(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top