Keputusan Polisi Tembak Teroris di Mabes Polri Dinilai Tepat

Kamis, 01 April 2021 - 20:09 WIB
loading...
Keputusan Polisi Tembak Teroris di Mabes Polri Dinilai Tepat
Pakar hukum Indriyanto Seno Adji menjelaskan, protap obyek vital, termasuk Mabes Polri, jika dianggap membahayakan keamanan, tak perlu tembakan peringatan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Keputusan aparat polisi menembak mati teroris di Mabes Polri sudah tepat. Pakar hukum pidana Universitas Indonesia, Indriyanto Seno Adji menjelaskan, prosedur tetap (Protap) objek vital, termasuk Mabes Polri, jika sesuatu dianggap membahayakan keamanan, tidak perlu tembakan peringatan.

Baca juga: Diserang Teroris, Fahri Hamzah Nilai Mabes Polri Bobol

"Tapi deadly shot (tembak mati). Ini berlaku universal. Tindakan ini sangat dibenarkan secara hukum," kata Indriyanto Seno Adji kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Indriyanto menilai objek vital harus mendapat pengamanan ekstra. Tindakan tegas berbasis deadly shot merupakan peringatan tegas bagi teroris sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Baca juga: Pengamat Sebut Penyerangan Mabes Polri Aksi Teror ke-553 Sejak Tahun 2000

"Ini menjadi sinyal bahwa teroris sebagai musuh publik yang tindakannya sebagai kejahatan kemanusiaan," ucap Indriyanto.

Hal senada juga dikatakan oleh Pakar hukum Petrus Selestinus. Teroris di Mabes Polri sangat membahayakan keselamatan, karena menodongkan senjata ke polisi. "Keputusan polisi menembak mati sudah tepat," ujar Petrus.

Baca juga: Polri Pastikan Senjata yang Digunakan Pelaku Teror Mabes Polri Jenis Airgun

Petrus menjelaskan, Undang-Undang Kepolisian memberi wewenang kepada polisi bahwa dalam keadaan tertentu polisi dapat bertindak berdasarkan penilaian sendiri. Petrus yakin polisi sudah mempertimbangkan berbagai aspek, sebelum kemudian menembak mati teroris.

"Apalagi itu memenuhi unsur tindak pidana terorisme, antara lain melakukan aksi dengan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan ketakutan yang meluas dan dapat menimbulkan kerusakan yang lebih eskalatif," ujar Petrus.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2426 seconds (11.252#12.26)