Airlangga Berpeluang Didukung Koalisi Nasionalis Religius di 2024
Kamis, 01 April 2021 - 14:20 WIB
loading...
Beberapa pekan lalu, Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto melakukan safari politik ke beberapa tokoh sekaligus ketum beberapa partai politik. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Beberapa pekan lalu, Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto melakukan sejumlah safari politik ke beberapa tokoh, di antaranya Ketum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PPP Suharso Monoarfa.
Baca juga: Airlangga Minta Kadin Sosialisasikan Pembayaran THR kepada Pengusaha
Merespons hal ini, pengamat politik Adi Prayitno menilai langkah Airlangga cukup tepat karena Menteri Koordinator bidang Perekonomian itu berpeluang menjadi capres atau cawapres.
"Airlangga capres paling rasional secara kalkulasi politik," kata Adi, Kamis (1/4/2021). Baca juga: Pertemuan Golkar-PPP Malam Ini Tak Bicarakan Pilpres 2024, Airlangga: Akan Dibahas Lebih Lanjut
Direktur Eksekutif Parameter Politik ini menjelaskan, Golkar saat ini butuh koalisi untuk menggenapi 20 persen (presidential threshold). Saat ini Golkar punya 12 persen untuk melengkapi syarat mengusung capres.
"Tinggal cari partai yang elektabilitas 8 persen, ada NasDem ada PKB, kalau bicara tentang kans politik," ujar Adi.
Baca juga: Airlangga Minta Kadin Sosialisasikan Pembayaran THR kepada Pengusaha
Merespons hal ini, pengamat politik Adi Prayitno menilai langkah Airlangga cukup tepat karena Menteri Koordinator bidang Perekonomian itu berpeluang menjadi capres atau cawapres.
"Airlangga capres paling rasional secara kalkulasi politik," kata Adi, Kamis (1/4/2021). Baca juga: Pertemuan Golkar-PPP Malam Ini Tak Bicarakan Pilpres 2024, Airlangga: Akan Dibahas Lebih Lanjut
Direktur Eksekutif Parameter Politik ini menjelaskan, Golkar saat ini butuh koalisi untuk menggenapi 20 persen (presidential threshold). Saat ini Golkar punya 12 persen untuk melengkapi syarat mengusung capres.
"Tinggal cari partai yang elektabilitas 8 persen, ada NasDem ada PKB, kalau bicara tentang kans politik," ujar Adi.
Lihat Juga :