Jawab Tudingan Kubu AHY, Moeldoko Yakin Prajurit TNI Tak Terprovokasi
Selasa, 30 Maret 2021 - 17:33 WIB
loading...
Moeldoko mengaku konsisten memperjuangkan demokrasi yang melatarbelakanginya terlibat dalam urusan Partai Demokrat. Foto/antara
A
A
A
JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) yang juga Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang Moeldoko menjawab tudingan kalangan militer soal tindak tanduknya terhadap partai berlambang bintang mercy itu. Sebagai mantan prajurit TNI, Moeldoko mengaku sikapnya tak pernah berubah meskipun telah menjadi warga sipil.
"Ini Moeldoko tidak pernah berubah dan tidak akan pernah berubah. Kita perlu kritis melihatnya. Tuduhan itu tergantung bagaimana konteksnya dan siapa yang berbicara," kata Moeldoko sambil menepuk dada dalam tayangan video di akun instagram pribadinya, Selasa (30/3/2021).
Baca juga: Elektabilitas Demokrat Anjlok, Kubu AHY Sebut Moeldoko Harus Tahu Diri
"Saya yakin Prajurit TNI tidak akan mudah diprovokasi, karena selama saya memimpin, saya selalu menanamkan kebajikan juga kesejahteraan dan profesionalisme, dan tidak pernah saya membuat prajurit merintih, dan seluruh prajurit tahu tentang itu," ungkap Moeldoko.
Moeldoko menegaskan, pilihan dirinya menerima pinangan sebagai ketua umum Partai Demokrat adalah pilihan pribadi dan hak politiknya sebagai seorang sipil. Sehingga, ketika dirinya bertugas di militer, tugasnya adalah mengawal stabilitas dan juga demokrasi.
"Ini Moeldoko tidak pernah berubah dan tidak akan pernah berubah. Kita perlu kritis melihatnya. Tuduhan itu tergantung bagaimana konteksnya dan siapa yang berbicara," kata Moeldoko sambil menepuk dada dalam tayangan video di akun instagram pribadinya, Selasa (30/3/2021).
Baca juga: Elektabilitas Demokrat Anjlok, Kubu AHY Sebut Moeldoko Harus Tahu Diri
"Saya yakin Prajurit TNI tidak akan mudah diprovokasi, karena selama saya memimpin, saya selalu menanamkan kebajikan juga kesejahteraan dan profesionalisme, dan tidak pernah saya membuat prajurit merintih, dan seluruh prajurit tahu tentang itu," ungkap Moeldoko.
Moeldoko menegaskan, pilihan dirinya menerima pinangan sebagai ketua umum Partai Demokrat adalah pilihan pribadi dan hak politiknya sebagai seorang sipil. Sehingga, ketika dirinya bertugas di militer, tugasnya adalah mengawal stabilitas dan juga demokrasi.
Lihat Juga :