Effendi Gazali Minta Data Bansos Dibongkar, KPK: Ikuti Saja Persidangan
Selasa, 30 Maret 2021 - 06:50 WIB
loading...
A
A
A
KPK juga menegaskan pemanggilan seseorang sebagai saksi dalam penyelesaian perkara tentu karena ada kebutuhan penyidikan. Termasuk pemanggilan Effendi sebagai saksi dalam kasus Bansos beberapa waktu lalu. Baca juga: Usai Diperiksa KPK, Effendi Gazali: Yang Besar Kapan Dipanggil?
"Pihak yang kami panggil dalam pemeriksaan sebagai saksi adalah pihak-pihak yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa perkara tersebut sehingga menjadi lebih terang dugaan perbuatan para tersangka dalam perkara ini," tegasnya.
Dalam suratnya, Effendi meminta KPK membuka data vendor yang menerima jatah Bansos COVID-19. Dia menilai permintaan tersebut relevan dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
"Informasi publik yang saya minta adalah, nama-nama vendor dan kuotanya masing-masing pada setiap tahap pengadaan bansos Kemensos di Jabodetabek pada 2020, yaitu Bansos Reguler, dari tahap satu sampai tahap 12," seperti ditulis Effendi dalam surat tersebut.
Menurut Effendi, publik hanya mendapatkan sekilas informasi bahwa jumlah paket Bansos di Jabodetabek adalah 22.800.000 paket dengan sekitar 107 vendor. Effendi menilai permohonan pembukaan data ini sangat penting agar tidak terjadi hoaks dan menjadi keliru ketika dimuat media.
"Pihak yang kami panggil dalam pemeriksaan sebagai saksi adalah pihak-pihak yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa perkara tersebut sehingga menjadi lebih terang dugaan perbuatan para tersangka dalam perkara ini," tegasnya.
Dalam suratnya, Effendi meminta KPK membuka data vendor yang menerima jatah Bansos COVID-19. Dia menilai permintaan tersebut relevan dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
"Informasi publik yang saya minta adalah, nama-nama vendor dan kuotanya masing-masing pada setiap tahap pengadaan bansos Kemensos di Jabodetabek pada 2020, yaitu Bansos Reguler, dari tahap satu sampai tahap 12," seperti ditulis Effendi dalam surat tersebut.
Menurut Effendi, publik hanya mendapatkan sekilas informasi bahwa jumlah paket Bansos di Jabodetabek adalah 22.800.000 paket dengan sekitar 107 vendor. Effendi menilai permohonan pembukaan data ini sangat penting agar tidak terjadi hoaks dan menjadi keliru ketika dimuat media.
Lihat Juga :