Tidak Mudik (Lagi)

Senin, 29 Maret 2021 - 06:05 WIB
loading...
Tidak Mudik (Lagi)
Tidak Mudik (Lagi)
A A A
Lebaran tahun ini untuk kali kedua pemerintah memutuskan larangan mudik. Keputusan ini pantas diapresiasi karena bagaimanapun telah mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan untuk mencegah penularan Covid-19.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy Jumat (26/3), larangan mudik ditetapkan mulai 6-17 Mei 2021. Keputusan ini diambil karena pemerintah tidak ingin rutinitas tahunan mudik Lebaran menjadi penyebab lonjakan kasus Covid-19. Maklum, mudik merupakan ritual tahunan yang berpotensi menimbulkan kerumunan baik di rumah, perjalanan, maupun di tempat-tempat publik lainnya.

Apalagi, berdasarkan data Satgas Covi-19, masih ada 10 kota dan kabupaten yang termasuk zona merah atau berisiko tinggi, kemudian 313 kabupaten/kota berisiko sedang, 183 berisiko rendah, dan hanya 8 kabupaten kota yang tidak terdampak alias tak ditemukan kasus baru virus korona.

Memang, dalam dua bulan terakhir laju penambahan kasus positif Covid-19 cenderung menurun dibandingkan Desember tahun lalu. Namun, angka kasus positif harian tetap masih relatif tinggi yakni di kisaran 4.000-an per hari. Data terkini yang dirilis satuan tugas Covid-19 menyebutkan, hari Minggu, 28 Maret terdapat penambahan 4.083 kasus sehingga total kasus positif menjadi 1.496.085 orang. Adapun jumlah pasien yang meninggal dunia karena korona bertambah 85 orang sehingga total mencapai 40.449 orang.

Larangan mudik Lebaran hendaknya dipahami oleh masyarakat sebagai bagian dari ikhtiar untuk mengurangi potensi penularan virus korona. Seperti halnya program vaksinasi yang sedang dilaksanakan pemerintah dan kini mulai menyasar ke daerah-daerah.Vaksinasi ini juga sekaligus menjadi andalan untuk membuat herd immunity atau kekebalan kelompok untuk mengurangi potensi penularan virus yang ujungnya membantu masyarakat tetap sehat sehingga bisa kembali memutarkan roda perekonomian.

Sekadar diketahui, pemerintah menargetkan vaksinasi bisa dilakukan terhadap 181 juta penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut, target sasaran awal yang divaksinasi sebanyak 40,3 juta orang dan baru sebanyak 7,1 juta yang mendapat suntikan pertama. Sementara 3,2 juta lainnya sudah mendapatkan dua kali suntikan vaksin Sinovac. April mendatang program vaksinasi nasional akan memasuki tahap ketiga dengan sasaran masyarakat rentan yang berada di zona merah atau risiko penularan tinggi. Selanjutnya, kita berharap semua target sasaran vaksin bisa terpenuhi terutama di daerah yang infrastruktur komunikasinya masih terbatas.

Persoalan infrastruktur komunikasi ini menjadi penting bagi mereka yang ada di desa-desa. Pasalnya, sepanjang pelaksanaan vaksinasi di kota-kota besar untuk keperluan mendapatkan fasilitas vaksin gratis ini harus mendaftar melalui aplikasi di telepon pintar. Dan, apabila tidak mempunyai ponsel, maka akan didaftarkan secara manual oleh pemerintah melalui Babinsa/Babinkamtibmas dengan melibatkan lurah, kepala dusun, dan puskesmas setempat. Pada bagian ini, pemerintah harus memastikan semua warga mendapatkan informasi yang jelas dan proaktif menyasar warga. Jangan sampai ada warga yang justru berhak menerima vaksin luput dari perhatian.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Ingatkan Kebijakan...
DPR Ingatkan Kebijakan Larangan Mudik Harus dengan Kesadaran Masyarakat
Apresiasi Petugas Penyekatan...
Apresiasi Petugas Penyekatan Mudik, KAMI Bangga Polisi Indonesia
Kinerja Polri Kawal...
Kinerja Polri Kawal Pelarangan Mudik 2021 Diapresiasi
PDIP: Perbandingan Larangan...
PDIP: Perbandingan Larangan Mudik dengan Masuknya WN China Enggak Sesuai
Pelaksanaan Larangan...
Pelaksanaan Larangan Mudik Lebaran 2021, Petugas Terkait Dinilai Berhasil
Peran Perantau Dinilai...
Peran Perantau Dinilai Beri Dampak Positif bagi Kemajuan Daerahnya
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Mudik Laut Meningkat,...
Mudik Laut Meningkat, Penumpang Memadati Kapal Tujuan Pulau
“Dimudikin Sprite”...
Dimudikin Sprite Resmi Dilepas, 300 Pemilik Warung Mudik ke Surabaya, Yogyakarta, dan Lampung
Rekomendasi
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
Berita Terkini
Bila Mangkir Pemeriksaan,...
Bila Mangkir Pemeriksaan, Febrie Adriansyah Bisa Dijemput Paksa
Tegaskan Pelimpahan...
Tegaskan Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri Sah, Jamwas Kejagung: Pernah Dilakukan di Perkara Asabri
Dilantik Jadi Jampidsus,...
Dilantik Jadi Jampidsus, Kuntadi Janji Tuntaskan Kasus Besar hingga Evaluasi Perkara
Harga Pangan Naik saat...
Harga Pangan Naik saat Sekolah Dimulai dan MBG Bergulir Lagi, Ekonom: Sinyal Positif bagi Ekonomi Rakyat
Kecanggihan 12 Pesawat...
Kecanggihan 12 Pesawat Latih Tempur Leonardo M-346 F Block 20 yang Dibeli Kemhan
Cerita Warga Jember...
Cerita Warga Jember Mudahnya Berobat dengan BPJS Kesehatan
Infografis
Jadwal One Way, Contra...
Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved