PDIP: Perbandingan Larangan Mudik dengan Masuknya WN China Enggak Sesuai

Selasa, 18 Mei 2021 - 06:38 WIB
loading...
PDIP: Perbandingan Larangan Mudik dengan Masuknya WN China Enggak Sesuai
Sebanyak 170 lebih warga negara China kembali datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten pada Sabtu 15 Mei 2021. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Sebanyak 170 lebih warga negara China kembali datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten pada Sabtu 15 Mei 2021. Video kedatangan mereka di Tanah Air viral di media sosial.

Baca juga: Viral WNA China Datang lagi ke Indonesia, Kemenhub: Mereka Naik Pesawat Reguler

Kemudian kedatangan ini dibandingkan dengan kebijakan pelarangan mudik pada Hari Raya Idul Fitri 2021, yang mendapat respons negatif di masyarakat. Pasalnya, dalam penerapannya, pemerintah dianggap inkonsisten karena tenaga kerja asing (TKA) asal China maupun warga negara asing (WNA) terus saja masuk

Baca juga: WN China Masuk Saat Mudik Dilarang, Epidemiolog: Memprihatinkan dan Berbahaya

Sikapi hal tersebut, Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo mengajak semua pihak untuk berpikir jernih serta bijak terhadap persoalan masuknya WNA di saat masa larangan mudik, dengan berpikir bahwa perlindungan terhadap warga negara di Indonesia dengan mengendepankan dan menjalankan aturan perjalanan seluruh WNA yang akan ke Indonesia secara ketat.

Baca juga: Ironi Jelang Lebaran: Masyarakat Dilarang Mudik, WN China Bebas Masuk Indonesia

"Mengingat juga saat ini ketergantungan kita dalam masa pandemi ini terhadap asing masih cukup tinggi antara lain, 90 persen bahan obat-obatan dan alat kesehatan kita masih impor, bahkan vaksin semunyanya dari impor. Dan ini tentu kita juga butuh WNA untuk berkoordinasi soal ini misalnya," kata Rahmad saat dihubungi, Selasa (18/5/2021).

Rahmad pun mengajak semua pihak untuk mmebandingkan larangan mudik di Tanah Air dengan kedatangan WNA tersebut. Dan kritikan ini menimbulkan stigma seolah ada diskriminasi yang dilakukan oleh pemerintah terhadap warganya sendiri dan WNA. Padahal, kebijakan ini dilakukan untuk mengendalikan Covid-19?

"Ayolah, apakah pantas dan adil serta apple to apple soal ini (kedatangan ratusan WNA) dibandingkan dengan larangan mudik," ucapnya. Baca juga: Ditjen Imigrasi Benarkan 85 WN China Masuk Indonesia Melalui Bandara Soetta

Namun demikian, politikus PDIP ini mendorong pemerintah untuk memberlakukan screening ketat terhadap seluruj WNA yang akan masuk ke Indonsesia sesuai ketentuan yang telah ditetapkan dan dengan melihat situasi dan kondisi asal negara WNA itu. Sehingga, Indonesia perlu memantau dan waspada terhadap negara-negara yang mengalamo lonjakan kasus Covid-19.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1271 seconds (10.101#12.26)