Impor Beras Diprotes, Mendag Siap Mundur

Rabu, 24 Maret 2021 - 06:32 WIB
loading...
Impor Beras Diprotes,...
Rencana Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi mengimpor beras satu juta ton diprotes karena dinilai tidak memihak petani. (Ilustrasi: SINDOnews/Wawan Bastian)
A A A
BOLA panas wacana impor beras satu juta ton terus bergulir. Akibatnya tensi polemik di tengah masyarakat kian tinggi. Apalagi sejumlah pemerintah daerah dengan keras menolak beras impor dengan alasan pasokan beras lokal tetap aman. Kisruh wacana impor beras makin jadi sengkarut karena sikap pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag), Perum Bulog, dan Kementerian Pertanian (Kementan) terbelah. Perum Bulog mengklaim masih ada ratusan ribu ton beras impor yang tersimpan di gudang, sedangkan Kemendag ingin menambah cadangan atau stok beras nasional. Lalu muncul pertanyaan sejauh mana urgensi mewujudkan impor beras? Betulkah impor beras mendesak direalisasi? Wacana impor beras bergulir di saat sejumlah wilayah segera memasuki musim panen.

Menyikapi polemik wacana impor beras di tengah masyarakat, anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam meminta Kemendag lebih bijak dalam pengelolaan stok pangan, terutama beras. Mufti yang tergabung dalam komisi yang membidangi perdagangan menilai wacana impor beras sebanyak satu juta ton muncul di saat yang tidak tepat karena berbarengan dengan panen raya di berbagai daerah. Lebih jauh Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Sutarto Alimoeso malah menilai kebijakan pemerintah mendatangkan beras dari luar negeri di saat musim panen tiba bagaikan langkah yang kehilangan arah. Selama ini pemerintah selalu berpatokan pada tiga aspek sebelum mengimpor beras, yakni produksi, cadangan, dan harga beras.

Bicara soal produksi beras, belum lama ini Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi bakal terjadi peningkatan produksi beras pada tahun ini. Pada April mendatang pihak BPS memperkirakan produksi padi akan menyentuh angka produksi sebanyak 14 juta ton, sedangkan kebutuhan diperkirakan sebanyak 10 juta ton hingga 11 juta ton. Artinya terdapat surplus sekitar 4 juta ton. Selanjutnya pada Mei dinyatakan surplus berlanjut. Lalu Juni biasanya tercipta keseimbangan antara produksi dan konsumsi. Dengan demikian persoalan produksi tidak memenuhi syarat sebagai pertimbangan pemerintah untuk melakukan impor beras.

Bagaimana dengan cadangan atau stok? Sebelumnya Kementan telah merilis bahwa stok beras di lapangan terdapat sebanyak 6,3 juta ton. Melihat angka stok yang memadai dan diiringi akan adanya panen raya, cadangan beras boleh dikatakan aman. Selanjutnya mengenai harga beras belakangan ini cenderung turun. Untuk beberapa kasus harga beras justru di bawah harga pembelian pemerintah (HPP). Karena itu, menurut Ketua Umum Perpadi Sutarto Alimoeso, tidak satu pun dari tiga pertimbangan pemerintah sebelum impor beras yang bisa dijadikan alasan. Lebih tegas, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menyebut pemerintah abai terhadap situasi pertanian di dalam negeri yang pada ujungnya menekan petani.

Akibat munculnya polemik yang tajam seputar rencana impor beras satu juta ton itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi meminta jangan sampai ada yang menyalahkan pihak lain. Sebab urusan impor beras itu adalah tanggung jawab Mendag demi menjaga harga beras tetap stabil di pasaran. Pasalnya ada kekhawatiran Bulog terancam kesulitan memenuhi target cadangan beras sebanyak satu juta ton hingga 1,5 ton setahun. Lutfi tidak mengabaikan adanya panen raya bulan depan, tetapi setiap panen sering kali diselingi hujan yang membuat banyak gabah basah. Akibatnya tidak bisa disimpan sebagai cadangan di Bulog.

Saat ini stok beras di Bulog berdasarkan versi Kemendag hanya mencapai 500.000 ton, padahal harusnya tersedia minimal satu juta ton beras setiap tahun. Selain itu sebagaimana dibeberkan Lutfi, Bulog baru mampu menyerap 85.000 ton beras dari hasil panen raya. Kondisi tersebut mendorong pihak Kemendag melemparkan wacana untuk menyerap beras impor yang kini berujung pada perdebatan panas di tengah masyarakat. Di sisi lain, ternyata Bulog masih memiliki stok beras impor dari pengadaan 2018 lalu. Dari 1.785.450 ton beras masih tersisa 275.811 ton beras belum tersalurkan. Dari angka sisa beras impor tersebut terdapat 106.642 ton masuk kategori beras turun mutu.

Walau badai protes terhadap wacana impor beras begitu kencang, Mendag Muhammad Lutfi merasa tetap berada di jalan yang benar. Bahkan dia siap turun dari kursi menteri apabila keputusannya terbukti salah. Apalagi opsi impor beras untuk memenuhi cadangan Bulog sekitar 1 juta hingga 1,5 juta ton sudah ditetapkan sebelum dirinya menduduki kursi Mendag pada akhir tahun lalu. Masalah impor beras memang sering kali berimplikasi pada masalah politik.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Prabowo: Perang di Mana-mana,...
Prabowo: Perang di Mana-mana, Kita Tidak Terlibat tapi Waspada
Prabowo Berkelakar Soal...
Prabowo Berkelakar Soal Reshuffle Zulhas usai Salah Sebut Nama Desa di Kebumen
Momen Prabowo Panen...
Momen Prabowo Panen Raya Jagung di Tuban, Naiki Alat Berat hingga Pakai Topi Koboi
Kapolri Bersama Ketua...
Kapolri Bersama Ketua Komisi IV Panen Raya Jagung di Bekasi, Komitmen Dukung Ketahanan Pangan
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Kolaborasi Bulog Cirebon...
Kolaborasi Bulog Cirebon dan Pemda Jaga Inflasi di Tengah Ketidakpastian Global
Rekomendasi
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
Jajang C Noer Sebut...
Jajang C Noer Sebut Nadiem Makarim Tak Bersalah, Kritik Vonis 10 Tahun Penjara
Aturan Tutup Mulut FIFA...
Aturan Tutup Mulut FIFA Kembali Makan Korban
Berita Terkini
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Potong Tumpeng dan Serahkan ke Kapolri
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Gus Falah: HUT ke-80...
Gus Falah: HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Kedekatan Polri dengan Rakyat
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Prabowo: Polri Harus...
Prabowo: Polri Harus Hadir Melindungi, Melayani, dan Mengabdi kepada Rakyat
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved