Kubu Moeldoko Akui Nazaruddin Senjata Strategis, Targetnya Cikeas Mendekat

Jum'at, 19 Maret 2021 - 21:12 WIB
loading...
Kubu Moeldoko Akui Nazaruddin Senjata Strategis, Targetnya Cikeas Mendekat
Nazaruddin diyakini punya banyak informasi penting sebagai peluru untuk menghadapi SBY dan kubu Cikeas dalam kisruh Partai Demokrat. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Tengara soal keberadaan Muhammad Nazaruddin sebagai peluru yang sedang diarahkan ke Cikeas diakui kubu Moeldoko. Hal ini disampaikan Muhammad Rahmad, wakil Sekjen Partai Demokrat versi KLB Deliserdang.

Menurut dia, digaetnya Nazaruddin sejalan dengan keinginan Moeldoko untuk merangkul semua pihak yang punya sejarah dengan Partai Demokrat, termasuk mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Baca juga: Moeldoko Memang Dipilih Khusus Kubu KLB Sibolangit untuk Hadapi SBY

”Yang kedua secara strategis dari sudut pandang saya, untuk menghadapi Cikeas saat ini hanya ada dua orang yang bisa menghadapi SBY. Pertama Anas Urbaningrum dan kedua Nazaruddin,” ujar dia dalam wawancara dengan Akbar Faizal yang dikutip, Jumat (18/3/2021).

Rahmad sangat yakin Anas dan Nazaruddin akan bisa menghadapi Cikeas dalam keadaan apa pun. ”Makanya kami sangat mendukung kalau Pak Moeldoko menempatkan Mas Nazaruddin sebagai pengurus utama di Partai Demokrat saat berhadapan dengan Cikeas,” tutur wakil direktur eksekutif DPP Partai Demokrat di masa Anas Urbaningrum itu.

Baca juga: Puisi Curhat SBY Dapat Tandingan: Karma Tak Harus Datang Segera, tapi Pasti

Ketika ditanya Akbar Faizal kenapa Nazaruddin begitu istimewa, Rahmad menjawab bahwa Nazaruddin memiliki banyak informasi penting berkaitan dengan Cikeas. ”Semuanya ada di tangan dia karena dia kan bendahara umum dulu,” kata Rahmad.

Soal informasi apa yang diketahui Nazaruddin,Rahmad tidak menjawab tegas. "Dengan kehadiran Mas Nazaruddin di kepengurusan Partai Demokrat sekarang ini ingin Pak SBY, AHY dan yang lain-lain mau islah. Tidak perlu yang satu jadi abu yang satu jadi arang,” ujar Rahmad.
(muh)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3291 seconds (10.177#12.26)