Kembali Hadirkan Testimoni Peserta KLB, Kubu AHY Sebut Kubu Moeldoko seperti Kaset Kusut
Jum'at, 12 Maret 2021 - 18:42 WIB
loading...
Kepala BPOKK Partai Demokrat, Herman Khaeron mengatakan kelompok GPK-PD Partai Demokrat gencar memainkan narasi yang itu-itu saja, seperti kaset kusut yang bertujuan untuk mengulur-ulur waktu sambil merumuskan siasat licik dan jahat. Foto/SINDOnews/Rakhma
A
A
A
JAKARTA - DPP Partai Demokrat kembali menghadirkan sebuah testimoni dari peserta Kongres Luar Biasa ( KLB) di Deli Serdang , Sumatera Utara. Kali ini 'testimoni' dipimpin Kepala Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi Keanggotaan (BPOKK), Herman Khaeron yang mewakili Ketua Umum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Dia menyatakan testimoni dimaksudkan untuk memberikan penjelasan terkait dengan rekontruksi KLB yang disebutnya abal-abal. Menurutnya, ini harus disampaikan kepada publik agar tidak salah menilai dan mengetahui apa yang sbenarnya terjadi. Baca juga: Markas Demokrat Kubu Moeldoko Masih Berantakan, Sudah Kosong Sejak 2016
"Kami mencermati kelompok GPK-PD Partai Demokrat gencar memainkan narasi yang itu-itu saja, seperti kaset kusut yang bertujuan untuk mengulur-ulur waktu sambil merumuskan siasat licik dan jahat untuk dapat menutupi kelicikan dan kebohongan yang sudah dilakukannya," ujarnya di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (12/3/2021).
Untuk itu, Herman mengaku pihaknya perlu menghadirkan fakta testimoni dari peserta KLB abal-abal tersebut, supaya masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan terang benderang. "Pengalaman mengatakan kami tidak suka berbicara tuduhan, yang kami hadirkan adalah fakta dan data," katanya.
Contohya, kata Herman, pada tanggal 1 Februari 2021, pihaknya mengidentifikasi adaaya kudeta kepemimpinan Partai Demokrat yang melibatkan pihak eksternal yakni seorang pejabat pemerintahan. Menurutnya, saat itu Kepala KSP Moeldoko yang ditunjuk sebagai Ketum versi KLB tidak megakui bahkan menganggap isu ini adalah dagelan dan ngopi-ngopi yang sekarang terbukti.
Dia menyatakan testimoni dimaksudkan untuk memberikan penjelasan terkait dengan rekontruksi KLB yang disebutnya abal-abal. Menurutnya, ini harus disampaikan kepada publik agar tidak salah menilai dan mengetahui apa yang sbenarnya terjadi. Baca juga: Markas Demokrat Kubu Moeldoko Masih Berantakan, Sudah Kosong Sejak 2016
"Kami mencermati kelompok GPK-PD Partai Demokrat gencar memainkan narasi yang itu-itu saja, seperti kaset kusut yang bertujuan untuk mengulur-ulur waktu sambil merumuskan siasat licik dan jahat untuk dapat menutupi kelicikan dan kebohongan yang sudah dilakukannya," ujarnya di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (12/3/2021).
Untuk itu, Herman mengaku pihaknya perlu menghadirkan fakta testimoni dari peserta KLB abal-abal tersebut, supaya masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan terang benderang. "Pengalaman mengatakan kami tidak suka berbicara tuduhan, yang kami hadirkan adalah fakta dan data," katanya.
Contohya, kata Herman, pada tanggal 1 Februari 2021, pihaknya mengidentifikasi adaaya kudeta kepemimpinan Partai Demokrat yang melibatkan pihak eksternal yakni seorang pejabat pemerintahan. Menurutnya, saat itu Kepala KSP Moeldoko yang ditunjuk sebagai Ketum versi KLB tidak megakui bahkan menganggap isu ini adalah dagelan dan ngopi-ngopi yang sekarang terbukti.
Lihat Juga :