Peringati Isra Mikraj, Ichya Halimudin Kenang Cak Nur
Jum'at, 12 Maret 2021 - 01:53 WIB
loading...
Cendekiawan Islam (alm) Nurcholis Madjid. FOTO/dokumen nurcholismadjid.org
A
A
A
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar HMI , M Ichya Halimudin mengatakan bahwa perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mikraj adalah sebuah peristiwa sakral.
"Isra' Mi'raj seringkali digambarkan sebagai bentuk kemahakuasaan Allah atas ruang. Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa normalnya 40 hari perjalanan dengan unta. Tapi hanya dalam satu malam, Rasulullah bisa menempuh jarak sejauh itu," kata Ichya, Kamis (11/3/2021).
Namun sebenarnya, kata Ichya, peristiwa suci ini juga menggambarkan kemahakuasaan Allah atas waktu. Isra' Mi'raj bukan hanya menerangkan perjalanan dua tempat di bumi, tetapi juga perjalanan menuju Sidratul Muntaha. Sebuah tempat yang melampaui langit ketujuh.
Baca juga: Doa Warganet untuk Anies usai Unggah Peringatan Isra Mikraj
Mengenang Nurcholish Madjid (Cak Nur), kader HMI Cabang Ciputat ini menjelaskan bahwa Cak Nur memiliki pandangan saintifik yang unik dalam melihat peristiwa Isra' Mi'raj.
"Pandangan Cak Nur tentu sesuai dengan kemampuan teknologi di masanya. Bintang terjauh yang mampu dideteksi teleskop Hubble saat itu berjarak 3,5 miliar tahun cahaya," katanya.
"Isra' Mi'raj seringkali digambarkan sebagai bentuk kemahakuasaan Allah atas ruang. Perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa normalnya 40 hari perjalanan dengan unta. Tapi hanya dalam satu malam, Rasulullah bisa menempuh jarak sejauh itu," kata Ichya, Kamis (11/3/2021).
Namun sebenarnya, kata Ichya, peristiwa suci ini juga menggambarkan kemahakuasaan Allah atas waktu. Isra' Mi'raj bukan hanya menerangkan perjalanan dua tempat di bumi, tetapi juga perjalanan menuju Sidratul Muntaha. Sebuah tempat yang melampaui langit ketujuh.
Baca juga: Doa Warganet untuk Anies usai Unggah Peringatan Isra Mikraj
Mengenang Nurcholish Madjid (Cak Nur), kader HMI Cabang Ciputat ini menjelaskan bahwa Cak Nur memiliki pandangan saintifik yang unik dalam melihat peristiwa Isra' Mi'raj.
"Pandangan Cak Nur tentu sesuai dengan kemampuan teknologi di masanya. Bintang terjauh yang mampu dideteksi teleskop Hubble saat itu berjarak 3,5 miliar tahun cahaya," katanya.
Lihat Juga :