Menyoal Korupsi Perpajakan

Rabu, 10 Maret 2021 - 06:10 WIB
loading...
A A A
Faktor kedua yang mendorong terjadinya penyimpangan oleh oknum aparat pajak maupun oknum wajib pajak adalah faktor pengawasan. Hingga saat ini oknum aparat pajak dan oknum wajib pajak masih dimungkinkan untuk bertemu langsung guna pengurusan pemeriksaan perpajakan maupun keberatan. Pertemuan yang bersifat langsung tanpa adanya kontrol dan pengawasan menjadi pintu masuk berlangsungnya teori supply and demand antara oknum wajib pajak dan oknum aparat pajak untuk melakukan tindakan koruptif dan persekongkolan yang merugikan negara serta masyarakat luas.

Persekongkolan yang dimaksud adalah memberikan justifikasi atas ukuran perhitungan pajak yang dapat diterima oleh oknum wajib pajak dan oknum aparat pajak dengan janji maupun gratifikasi sebagaimana modus klasik yang telah sering terungkap. Dalam situasi saat ini pemerintah perlu melakukan upaya serius, khususnya terkait pengawasan pada direktorat pajak. Pada kondisi ini teringat model pengawasan aparat yang dipergunakan oleh mantan gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, yakni pemasangan CCTV di setiap kantor dan ruangan rapat, juga setiap rapat wajib diunggah di YouTube.

Jika kebijakan semacam ini bisa diterapkan di semua kantor pelayanan pajak serta adanya pengawasan yang ketat pada aparat pajak, maka tindakan koruptif yang menyimpang akan dapat diantisipasi. Artinya, guna mengakhiri terjadinya praktik koruptif di sektor perpajakan oleh oknum wajib pajak dan oknum aparat pajak yang merugikan negara, maka pengawasan harus dilakukan secara optimal. Paradigma trust is good but system is better harus dipergunakan sebagai pedoman pengawasan pada direktorat pajak.

Hal lainnya adalah secara paralel perlu segera dipersiapkan penyempurnaan aturan guna membatasi luasnya diskresi aparat pajak, khususnya terkait dengan dasar perhitungan pajak yang akan dituangkan dalam SKP atau sebagai dasar keberatan perhitungan pajak. Dengan adanya regulasi yang presisi, maka penggunaan diskresi akan dapat diminimalkan. Dengan didukung pula oleh pengawasan yang ketat, maka praktik korupsi di sektor perpajakan yang merugikan keuangan negara akan dapat diakhiri.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Desain Cetak Biru RAPBN...
Desain Cetak Biru RAPBN 2027, Prabowo Patok Kurs Rupiah Rp16.800–Rp17.500 per Dolar AS
Mendagri Perintahkan...
Mendagri Perintahkan Gubernur Gratiskan Pajak Kendaraan Listrik
Sidang Kasus Chromebook...
Sidang Kasus Chromebook Nadiem Makarim, JPU Hadirkan Ahli dari Dirjen Pajak
Tax Payer Community:...
Tax Payer Community: Uang Pajak Bukan untuk Perang
Gibran Dukung Lahirnya...
Gibran Dukung Lahirnya UU Konsultan Pajak, Ketum IKPI: Saatnya Miliki Payung Hukum
Komunikasi Tersangka...
Komunikasi Tersangka Pajak dengan ASN DJP Didalami KPK Berdasarkan Barang Bukti Elektronik
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Rekomendasi
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Berita Terkini
Dokter Tifa: Dakwaan...
Dokter Tifa: Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Berisi Pasal Lemah
Dokter Tifa Mulai Disidang...
Dokter Tifa Mulai Disidang 2 Juli: Insya Allah Kami Siap
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
1 Lagi Calon Manajer...
1 Lagi Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Dunia saat Latsarmil, Total 3 Orang
ASPEK Indonesia Dorong...
ASPEK Indonesia Dorong Reformasi Jaminan Sosial Jilid II
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved