Menyoal Korupsi Perpajakan

Rabu, 10 Maret 2021 - 06:10 WIB
loading...
A A A
Akibat rendahnya kepastian hukum dalam peradilan di Indonesia serta adanya risiko membayar dua kali besaran ketetapan pajak jika upaya melalui pengadilan pajak ditolak mendorong para wajib pajak untuk menghindari pengadilan. Di samping itu, upaya hukum melalui pengadilan juga akan memakan waktu, biaya, dan tetap mengandung risiko.

Regulasi dan Pengawasan
Terjadinya pola koruptif pada oknum aparat pajak sebagaimana digambarkan dalam pola Klitgard di atas tidak terlepas dari dua faktor utama, yakni aturan (regulasi) pada bidang perpajakan itu sendiri, dan faktor lemahnya pengawasan. Dalam dunia kriminologi berlaku asas trust is good but system is better untuk menggambarkan bahwa kepercayaan harus dijaga dengan adanya sistem dan pengawasan yang ketat pada suatu lembaga demi menghindarkan penyimpangan oleh oknum aparat sendiri.

Pada faktor regulasi, persoalan yang turut mendorong tindakan koruptif di sektor perpajakan adalah tidak adanya aturan yang memberikan tata cara penghitungan yang pasti, khususnya pada wajib pajak korporasi. Hingga saat ini tidak ada aturan pajak yang memberikan dasar perhitungan pajak pada setiap industri. Artinya, pada kondisi inilah ukuran variabel perhitungan pajak dijadikan modus oleh oknum aparat pajak dalam melakukan tindakan koruptif. Sebagaimana selalu disaksikan oleh masyarakat dari waktu ke waktu bahwa korupsi oleh oknum aparat pajak selalu berawal dari perhitungan pajak yang akan ditetapkan menjadi ketetapan pajak.

Ketetapan pajak tersebut sebenarnya merupakan potensi pendapatan negara. Namun, ironisnya, karena tiadanya regulasi yang jelas terkait perhitungan, maka kondisi “abu-abu” ini seringkali dipergunakan sebagai modus oknum aparat pajak untuk menetapkan hasil pemeriksaan pajak. Potensi penyimpangan muncul karena oknum aparat pajak khususnya di bagian pemeriksa maupun keberatan dengan diskresi yang dimiliki dapat menggunakan ukuran perhitungan yang “meringankan” atau “memberatkan” wajib pajak.

Pada fase inilah supply and demand terjadi, yakni oknum wajib pajak yang keberatan dengan perhitungan yang ditetapkan oleh oknum aparat pajak meminta penyesuaian perhitungan dengan disertai dengan janji dan gratifikasi pada oknum aparat pajak. Sehingga, dapat dikatakan jika pemerintah ingin mengakhiri praktik koruptif oleh oknum aparat pajak, maka pemerintah perlu menyempurnakan regulasi khususnya terkait ukuran perhitungan pajak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Desain Cetak Biru RAPBN...
Desain Cetak Biru RAPBN 2027, Prabowo Patok Kurs Rupiah Rp16.800–Rp17.500 per Dolar AS
Mendagri Perintahkan...
Mendagri Perintahkan Gubernur Gratiskan Pajak Kendaraan Listrik
Sidang Kasus Chromebook...
Sidang Kasus Chromebook Nadiem Makarim, JPU Hadirkan Ahli dari Dirjen Pajak
Tax Payer Community:...
Tax Payer Community: Uang Pajak Bukan untuk Perang
Gibran Dukung Lahirnya...
Gibran Dukung Lahirnya UU Konsultan Pajak, Ketum IKPI: Saatnya Miliki Payung Hukum
Komunikasi Tersangka...
Komunikasi Tersangka Pajak dengan ASN DJP Didalami KPK Berdasarkan Barang Bukti Elektronik
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Rekomendasi
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
9 Hadis tentang Pernikahan,...
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
Berita Terkini
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Menteri Imipas Dukung Proses Penegakan Hukum
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Saiful Mujani Diperiksa...
Saiful Mujani Diperiksa soal Penghasutan, Todung Mulya Lubis: Ini Absurd
Sony Sanjaya Tulis Pesan...
Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
KPK Segel Rumah Wamen...
KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Infografis
5 Pejabat China yang...
5 Pejabat China yang Dieksekusi Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved