Membangkitkan Pangan Lokal di Masa Pandemi

Selasa, 09 Maret 2021 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Pandemi Covid-19 menjadi momentum penting agar kita serius memanfaatkan sumber daya lahan di sekitar permukiman untuk produksi pangan. Pemanfaatan pekarangan di sekitar rumah perlu dibina Kementerian Pertanian secara terus-menerus. Program-program pemberdayaan masyarakat yang pembinaannya bersifat hit and runmembuat masyarakat kurang tekun sehingga kegiatannya terhenti alias mangkrak. Bantuan sembako, bantuan langsung tunai, dan bantuan lain di tengah Covid-19 memang diperlukan, namun masyarakat juga harus diberdayakan agar tidak selalu mengharapkan bantuan-bantuan yang bersifat natura (cash).

Sudah lazim apabila diversifikasi seringkali dimaknai secara sempit menganekaragamkan konsumsi pangan dengan mengurangi pangan pokok beras dan menggantinya dengan umbi-umbian. Padahal, diversifikasi dapat juga berarti menganekaragamkan menu makanan agar masyarakat mengonsumsi pangan secara beragam (nasi, lauk, sayur, buah) dan bergizi.

Di tengah serbuan wabah Covid-19 yang meruntuhkan ketahanan pangan rumah tangga, gerakan menanam pangan lokal di sekitar rumah bisa menjadi solusi untuk menopang kebutuhan pangan masyarakat. Pengalaman penulis yang baru-baru ini mendapatkan grants dari the Nestle Foundation, Switzerland untuk menggalakkan pekarangan sebagai bagian dari program gizi, menunjukkan banyaknya kendala di tingkat masyarakat. Tidak semua rumah tangga di desa memiliki pekarangan yang cukup luas untuk ditanami. Hal ini dapat diatasi dengan menanam sayuran di polybag yang tidak memerlukan lahan luas. Di wilayah nonpertanian banyak masyarakatnya bekerja sebagai buruh industri dan tidak mempunyai pengalaman untuk mengolah lahan pekarangan. Untuk itu, penyuluh pertanian harus meluangkan waktu lebih banyak untuk membina mereka.

Budi daya pangan lokal di level rumah tangga dapat lestari apabila masyarakat mendapatkan pembelajaran tentang pembenihan dan pembibitan. Idealnya, ketika produksi pangan lokal semakin berkembang, maka perlu ada pasar yang mampu menyerap produknya. Namun, sebaiknya kita jangan berharap terlalu muluk dulu. Inti dari gerakan pemanfaatan pekarangan berbasis pangan lokal bukan untuk meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi lebih pada mengurangi belanja pangan rumah tangga.

Perhatian terhadap lahan pekarangan layak dihidupkan kembali. Lahan pekarangan dapat menjadi sumber produksi pangan lokal dalam lingkungan rumah tangga. Penyebutan pekarangan dengan istilah lumbung hidup, warung hidup, apotek hidup, dan tabungan hidup mempunyai makna yang sangat positif. Disebut lumbung hidup karena sewaktu-waktu persediaan pangan habis dapat diperoleh bahan-bahan seperti sayuran, buah, umbi-umbian, telur, daging unggas, atau ikan. Bahan-bahan tersebut tersimpan di pekarangan dalam keadaan hidup. Disebut warung hidup karena sewaktu-waktu uang belanja habis kita tetap dapat memperoleh sayuran dari pagar atau pohon-pohonan seperti melinjo, kemang, kelor, dan lain-lain. Disebut apotek hidup karena sewaktu-waktu ada yang sakit kita dapat memetik sirih dari pekarangan untuk pengobatan luka, daun ingu untuk mengompres panas atau temulawak untuk menambah nafsu makan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Komisi IV DPR Sebut...
Komisi IV DPR Sebut PSN Wanam Harus Tetap Jalan untuk Wujudkan Ketahanan Pangan
Rustini Muhaimin Soroti...
Rustini Muhaimin Soroti Urgensi Literasi dan Gizi
APDESI Diminta Berperan...
APDESI Diminta Berperan Aktif Wujudkan Kesejahteraan Rakyat hingga Pelosok Desa
Anggota Komisi I DPR...
Anggota Komisi I DPR Tegaskan Kedaulatan Pangan Wajah Pertahanan Nasional
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Program Cetak Sawah...
Program Cetak Sawah di Wanam: Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan yang Harus Dilanjutkan
Wujudkan Ketahanan Pangan,...
Wujudkan Ketahanan Pangan, Food Estate Wanam Papua Selatan Tak Terkait Film Pesta Babi
Rekomendasi
PCMB SPMB Jabar 2026...
PCMB SPMB Jabar 2026 Masih Dibuka hingga 11 Juni, Simak Jadwal Lengkapnya
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
Wasit Resmi Piala Dunia...
Wasit Resmi Piala Dunia 2026 Ditolak Masuk AS, Komentator Bola Simon Jordan Malah Bikin Geram
Berita Terkini
Prabowo Bertolak ke...
Prabowo Bertolak ke Lampung, Resmikan RSUD dan Buka Munas HIPMI
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
4 Oknum Prajurit TNI...
4 Oknum Prajurit TNI Terdakwa Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Hari Ini Divonis
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved