Lapor ke Mabes Polri dan Kompolnas, Terdakwa Kasus UU ITE Minta Keadilan

Jum'at, 05 Maret 2021 - 12:27 WIB
loading...
Lapor ke Mabes Polri...
Iwan Setiawan melalui kuasa hukumnya telah melaporkan penyidik Ditreskrimsus Polda Kaltara ke Divisi Propam Mabes Polri dan Komisi Kepolisian Nasional. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Utama PDAM Tirta Alam Tarakan, Iwan Setiawan melalui kuasa hukumnya telah melaporkan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Utara (Kaltara) ke Divisi Propam Mabes Polri dan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pada Senin 1 Maret 2021.

Baca juga: Setelah Ahmad Dhani, Tim Kajian UU ITE Hadirkan Prita Hingga Nikita Mirzani

Pasalnya, Iwan yang kini menjadi terdakwa kasus Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) itu menduga terjadi rekayasa atas dugaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terkait dirinya.

Selain itu, Iwan juga melaporkan ke Propam Polda Kaltara pada Rabu 3 Maret 2021. Iwan Setiawan pun meminta keadilan. "Minta keadilan, karena ada berita acara yang diduga direkayasa. Di BAP - nya itu ternyata ada keterangan yang tidak pernah ditanyakan tapi muncul dalam BAP itu, saksinya enggak terima kan karena ada paraf yang dipalsukan," kata Iwan, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Tim Kajian UU ITE Undang Ade Armando sampai Dandhy dan Ahmad Dhani

Adapun Iwan Setiawan ditetapkan sebagai tersangka pada 8 September 2020 lalu. Iwan dilaporkan pihak Gubernur Kaltara saat itu, Irianto Lambrie ke Ditreskrimsus Polda Kaltara pada Maret 2019. "Ini kasus sudah dua tahun tiba2 muncul jadi tersangka, kental betul politisnya," kata Iwan.

Baca juga: Gerindra Dukung Revisi UU ITE, Begini Catatannya

Sedangkan Iwan dilaporkan atas unggahannya di Facebook karena menyebut Irianto Lambrie menempatkan pejabat setara kepala dinas dan kepala bagian merupakan impor dari Provinsi Kalimantan Timur.

Kemudian, menyebut penempatan anak Irianto Lambrie sebagai duta imunisasi, duta literasi dan Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Kaltara tidak sesuai bidangnya karena baru lulus.

"Dirkrimum waktu itu menyatakan tidak layak, Dirkrimsus ini menyatakan Negative Campaign karena ada buktinya faktanya, kalau ada faktanya kan enggak ada masalah," kata Iwan.

Lagipula, kata Iwan, apa yang disampaikannya di Facebook itu merupakan sebuah kritikan sebagai tanggungjawab moralnya yang merupakan mantan tim sukses Irianto Lambrie.

"Padahal saya kan Timsesnya dia kan, artinya saya punya tanggungjawab moral terhadap masyarakat karena mengajak orang untuk memilih dia, tiba-tiba dia mengeluarkan kebijakan yang tidak sesuai dengan arah perjuangan kita waktu 2015, wajar dong saya mengkritisi dia, karena punya tanggungjawab moral terhadap konstituen," kata Iwan.

Sementara itu, Kuasa Hukum Iwan Setiawan, Salahuddin berharap apa yang menjadi persoalan kliennya bisa menjadi perhatian Mabes Polri dan Kompolnas. "Harapannya supaya mereka memantau soalnya ada laporan kami ke Polda masalah pemalsuan Berita Acara," kata Salahuddin dihubungi secara terpisah.

Dia pun menilai ada kejanggalan dalam penetapan tersangka kliennya. "Kalau kami melihat sih postingan itu bisa dibuktikan oleh Mas Iwan, ada impor pejabat dari Kaltim ke Kalimantan Utara, terus pengangkatan anak yang menjadi duta imunisasi dan literasi, dan jadi anggota TGUPP," ujarnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Kapolri: ASN Sipil Duduki...
Kapolri: ASN Sipil Duduki Jabatan di Polri Akan Diatur lewat PP atau Perpres
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Cerita Perjalanan Revisi...
Cerita Perjalanan Revisi UU Polri, Kapolri Singgung Aksi Demo Agustus Kelam
22 Pati dan Pamen Dimutasi...
22 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Polda Luar Jawa, Ada Irjen Pol hingga AKBP
Profil Brigjen Pol Arif...
Profil Brigjen Pol Arif Budiman, Kapolda Maluku Utara Lulusan Akpol 1994
Profil Brigjen Pol Nasri,...
Profil Brigjen Pol Nasri, Teman Seangkatan Kapolri Diangkat Menjadi Kapolda Sulteng
Rekomendasi
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Tepis Ada Pembagian...
Tepis Ada Pembagian Keuntungan Program MBG ke Presiden, Kepala BGN: Hoaks
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved