Max Sopacua Sebut AHY Tak Punya Etika, SBY Mr No Thank You

Jum'at, 05 Maret 2021 - 07:00 WIB
loading...
Max Sopacua Sebut AHY...
Politikus senior Max Sopacua mengaku kerap menjadi bemper ketika SBY di-bully. Foto/youtube
A A A
JAKARTA - Politikus senior Max Sopacua mengaku kaget ketika namanya tiba-tiba sajaa dibawa-bawa dalam isu kudeta Partai Demokrat yang diletupkan Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ). Yang bikin jengkel, bukannya diberikan kesempatan untuk memberikan klarifikasi, mengaku telah meminta masalah diselesaikan secara internal. Tetapi yang terjadi malah dia menjadi salah satu kader yang dipecat DPP Partai Demokrat di bawah kepemimpinan AHY.

”Saya bilang AHY itu tidak punya etika. Saya dari awal di Partai Demokrat, Anda juga pernah ada di dalamnya, pernahkah ada pemecatan seperti ini? Ada mekanismenya. Ada Dewan Pengawas yang memanggil, hasilnya diserahkan ke Dewan Kehormatan, baru keputusan Mahkamah Partai. Dan itu 21 hari baru boleh melaksanakan keputusan,” kata Max kepada Akbar Faizal dalam video wawanacara yang diunggah di saluran youtube Akbar Faizal Uncensored, dikutip Jumat (4/2/2021) pagi.

(Baca: Max Sopacua: Bicara Sama SBY Itu One Way Traffic, Saya Alami Sejak 2001)

Sebagai salah satu pendiri, Max menunjukkan kekecewaan atas perilaku pengurus partai terhadapnya. Dia mengingatkan bahwa sejak awal Demokrat berdiri, dia bertindak menjadi bemper bapak AHY, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

”Saya sejak 2001 adalah bemper kalau mau tau. Di televisi-televisi, ketika SBY di-bully, saya yang selalu muncul di depan untuk menjadi bemper itu. Dan lihat, pernahkan SBY menyampaikan penghargaan kepada orang, tanda terima kasih? Nggak pernah ada, sehingga disebut Mr No Thank You,” ujar Max.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas Virtual, AHY Laporkan Penyelamatan Pantura Jawa hingga Transformasi Jaringan Kereta Api
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Demokrat Serahkan Urusan...
Demokrat Serahkan Urusan Reshuffle Kabinet ke Presiden: Supaya Bisa Bekerja dengan Nyaman
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Sambil Melukis di Magelang,...
Sambil Melukis di Magelang, SBY Menyoroti Kejatuhan Pasar Modal dan Kurs Rupiah
Menko AHY Tinjau Progres...
Menko AHY Tinjau Progres Infrastruktur Pengendalian Banjir Sungai Ciliwung
Rekomendasi
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Jadwal Piala Dunia 2026:...
Jadwal Piala Dunia 2026: Jerman vs Curacao, Belanda Ditantang Jepang
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved