Proses Mutasi Varian COVID-19 dari Inggris B117, Begini Penjelasan Satgas
Kamis, 04 Maret 2021 - 17:55 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini, kata Wiku, berbagai ilmuwan di dunia terus mengamati dinamika persebaran virus ini termasuk perubahan spike atau protein yang akan menempel pada reseptor sel tubuh untuk memperbanyak diri.
Wiku mengatakan di Indonesia sampai saat ini menurut hasil temuan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bahwa jumlah Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilaporkan oleh Indonesia berjumlah 495. “Dengan 471 di antaranya adalah WGS yang komplit.”
Salah satu varian mutasi virus COVID-19 yang ditemukan di Indonesia, kata Wiku, adalah varian D614G yang sudah ditemukan di Indonesia sejak April 2020. “Dan hingga Februari 2021 seluruh Whole Genome Sequencing yang dilaporkan bervarian D614G. Namun data pelaporan GGS terbaru oleh Balitbangkes menunjukkan ada dua WGS yang memiliki varian B117 dari sampel yang diambil pada bulan Februari 2021,” katanya.
Wiku pun menegaskan bahwa studi-studi semacam ini termasuk analisa genetik virus dapat membantu untuk memahami bagaimana perubahan bentuk virus yang berpengaruh pada luas penyebaran, efek gejala pada kasus positif, kemunculan pada alat testing, respons terhadap prosedur pengobatan yang umumnya digunakan, dan pengaruh terhadap efektivitas vaksin. Baca juga: Satgas Tegaskan Vaksin yang Digunakan Indonesia Masih Efektif Melawan Mutasi B117
“Namun berita baik bagi kita semua bahwa sebagian besar mutasi tidak secara material mengubah virulensi atau kemampuan virus untuk menimbulkan penyakit, begitu juga efektivitas vaksin secara signifikan. Namun perlu diingat semakin sedikit keberadaan mutasi virus maka semakin efektif vaksin yang sedang kita kembangkan ini dapat bekerja dengan baik,” tutup Wiku.
Wiku mengatakan di Indonesia sampai saat ini menurut hasil temuan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bahwa jumlah Whole Genome Sequencing (WGS) yang dilaporkan oleh Indonesia berjumlah 495. “Dengan 471 di antaranya adalah WGS yang komplit.”
Salah satu varian mutasi virus COVID-19 yang ditemukan di Indonesia, kata Wiku, adalah varian D614G yang sudah ditemukan di Indonesia sejak April 2020. “Dan hingga Februari 2021 seluruh Whole Genome Sequencing yang dilaporkan bervarian D614G. Namun data pelaporan GGS terbaru oleh Balitbangkes menunjukkan ada dua WGS yang memiliki varian B117 dari sampel yang diambil pada bulan Februari 2021,” katanya.
Wiku pun menegaskan bahwa studi-studi semacam ini termasuk analisa genetik virus dapat membantu untuk memahami bagaimana perubahan bentuk virus yang berpengaruh pada luas penyebaran, efek gejala pada kasus positif, kemunculan pada alat testing, respons terhadap prosedur pengobatan yang umumnya digunakan, dan pengaruh terhadap efektivitas vaksin. Baca juga: Satgas Tegaskan Vaksin yang Digunakan Indonesia Masih Efektif Melawan Mutasi B117
“Namun berita baik bagi kita semua bahwa sebagian besar mutasi tidak secara material mengubah virulensi atau kemampuan virus untuk menimbulkan penyakit, begitu juga efektivitas vaksin secara signifikan. Namun perlu diingat semakin sedikit keberadaan mutasi virus maka semakin efektif vaksin yang sedang kita kembangkan ini dapat bekerja dengan baik,” tutup Wiku.
(kri)
Lihat Juga :