Saatnya Menghidupkan 1.000 Artidjo Alkostar

Selasa, 02 Maret 2021 - 05:05 WIB
loading...
Saatnya Menghidupkan...
Keberanian dan ketegasan Artidjo Alkostar diharapkan menginspirasi para penegak hukum dalam menegakkan keadilan. (Foto: SINDOnews/Wawan Bastian)
A A A
ARTIDJO Alkostar telah wafat. Kemarin, Senin (1/3), jasadnya dikebumikan di kawasan Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, persisnya di kompleks makam Universitas Islam Indonesia (UII). Di kampus UII inilah Artidjo muda dulu belajar hukum hingga meraih gelar sarjana pada 1976 dan akhirnya menjadi dosen.

Banyak orang begitu berduka atas kepulangan Artidjo. Kesedihan itu tak berlebihan, karena sepanjang hayatnya begitu banyak kebaikan yang dilakukan oleh almarhum. Orang meyakini Artidjo bukan sekadar aktivis dan juru pengadil di lembaga peradilan tertinggi Indonesia. Lebih agung dari itu, sosok Artidjo telah mengakar dan menjadi simbol kuat sebagai penjaga keadilan hukum bangsa ini.

Mungkin ada yang menilai penempatan Artidjo pada peran itu berlebihan. Penilaian itu sah-sah saja. Namun, melihat rekam jejaknya, kita meyakini integritas dan kepribadian Artidjo tak terbantahkan. Usai menyalatkan jenazah almarhum di kompleks UII pagi kemarin, Presiden Joko Widodo pun turut mengakui soal tingginya integritas Artidjo. Kepribadiannya pun sangat sederhana dan jujur.

Artidjo adalah sosok pengadil yang kuat pendirian. Dia berulang kali berani berseberangan pendapat (dissenting opinion) dengan sesama hakim agung jika meyakini bahwa argumennya lebih kuat. Dissenting opinion Artidjo pada kasus cessie di Bank Bali dengan terdakwa Joko Chandra (2001), korupsi yayasan dengan terdakwa Presiden Soeharto (2001) dan kasus Munir (2006) adalah di antara sederet bukti keteguhannya.

Di luar itu, Artidjo adalah algojo bagi para koruptor. Puluhan terpidana korupsi dipaksa gigit jari di depannya. Keinginan mereka mendapat pengurangan hukuman dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA), tempat Artidjo bertugas sejak 2000, justru menjadi bumerang. Hukuman mereka tidak ringan, malah kian diperberat. Angelina Sondakh, Anas Urbaningrum, Ratu Atut Chosiyah, Luthfi Hasan Ishaq, Ahmad Fathanah, Budi Mulya, dan Djoko Susilo di antara yang merasakan pahitnya palu algojo Artidjo.

Terhadap perilaku korupsi, Artidjo memang begitu sangat membenci. Korupsi dianggapnya sebagai kejahatan luar biasa. Dari kejahatan ini bangsa dan negara mengalami kerugian dan kemunduran besar. Lebih-lebih jika menyangkut korupsi politik, maka tak segan lelaki kelahiran Sitobondo yang aktif bertahun-tahun di LBH Yogyakarta ini akan memberikan hukuman ekstraberat. “Korupsi akan menimbulkan kemiskinan struktural,” kata Dewan Pengawas KPK itu dalam suatu kesempatan.

Kehadiran Artidjo di tengah dunia hukum Indonesia pun seolah menjadi harapan besar bagi para masyarakat pencari keadilan (justiabelen). Artidjo dianggap mewakili nasib kaum lemah yang kerap kali keadilannya disingkirkan oleh kepentingan oligarki politik dan ekonomi. Artidjo pun ibarat menjadi obat sekaligus malaikat bagi kaum tak berdaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IJTI: Menghormati Profesi...
IJTI: Menghormati Profesi Jurnalis Wujud Kepatuhan Hukum
Eks Hakim Agung Ad Hoc...
Eks Hakim Agung Ad Hoc Sebut Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Kejahatan Luar Biasa: Berbuntut Persoalan Negara
Prabowo: Hukum Tidak...
Prabowo: Hukum Tidak Boleh Menjadi Alat Balas Dendam Politik
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
HUKUM MATI! DPR RI Geram,...
HUKUM MATI! DPR RI Geram, Sebut Korupsi Eks Jampidsus Sangat Memalukan
Peluang Nikita Mirzani...
Peluang Nikita Mirzani Bebas Menguat, Ahli UU ITE Nilai Ada Salah Penerapan Hukum
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Rekomendasi
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Profil Jesslyn Wijaya...
Profil Jesslyn Wijaya Lay, Atlet Golf Putri yang Diduga Diculik di Mangga Besar
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Berita Terkini
Penampakan Bupati Lombok...
Penampakan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Pakai Rompi Oranye KPK
Wamenaker Aplikasi Dermaga...
Wamenaker Aplikasi Dermaga Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi Koperasi TKBM
Hadiri ASCN 2026, Safrizal...
Hadiri ASCN 2026, Safrizal Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Kota Cerdas
Harlah ke-28 PKB, Perempuan...
Harlah ke-28 PKB, Perempuan Bangsa Gelar 2 Agenda Akbar Perkuat Mesin Organisasi
9 Jaksa Mulai Bekerja...
9 Jaksa Mulai Bekerja Tangani Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Dirikan LBH, Jro Bima:...
Dirikan LBH, Jro Bima: Perindo Bali Harus Jadi Rumah Keadilan
Infografis
China Uji Coba Bom Hidrogen...
China Uji Coba Bom Hidrogen Hasilkan Suhu 1.000 Derajat Celsius
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved