Belajar Menyenangkan untuk Generasi Emas

Senin, 01 Maret 2021 - 05:30 WIB
loading...
A A A
“Kita sudah bisa lihat sekarang, misalnya ada pekerjaan baru muncul, dan ada pekerjaan yang hilang. Karena itu, anak-anak harus disiapkan menghadapi era yang kita sendiri tidak sadar akan seperti apa nanti. Tujuannya agar anak-anak punya ketahanan, punya kemampuan adaptasi, punya keterampilan-keterampilan,” ujarnya.

Tumbuhkan Karakter Siswa
Novi sejak 2014 mengembangkan pendidikan well-being melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). GSM diinisiasi oleh Muhammad Nur Rizal, dosen Fakultas Teknik UGM sebagai founder, dan Novi Candra sebagai co-founder.

GSM adalah sebuah paradigma baru pendidikan yang mentransformasi pola pendidikan formal menjadi lebih kolaboratif, inklusif, dan menarik. Model pembelajaran ini merangsang anak-anak mengembangkan potensi dan keunikannya masing-masing.

Menurut Novi, berdasarkan riset yang dilakukannya, terjadi perubahan karakter pada anak-anak yang sekolahnya menerapkan konsep pembelajaran menyenangkan dibandingkan yang tidak.

Riset tersebut dilakukan pada 114 sekolah, yakni 44 sekolah di Yogyakarta dan 70 sekolah di Tangerang, Banten. Survei melibatkan lebih 200 guru yang menilai perubahan yang dialami siswa kelas IV dan V di sekolahnya selama delapan bulan setelah GSM diterapkan.

Survei tersebut mencatat perubahan signifikan yang dialami siswa setelah mendapatkan pendidikan model GSM. Di antaranya siswa menjadi lebih senang berada di sekolah 18%, siswa percaya diri sebanyak 18%, siswa yang aktif dalam pembelajaran 14%, siswa yang semangat belajarnya meningkat 14%, siswa yang peduli 11%, dan kreatif 7%. Selain itu, siswa yang disiplin naik 7%, siswa yang komunikatif 7%, dan memiliki sopan santun 4%.

Survei tentang pendidikan well-being yang dilakukan mahasiswa Fakultas Psikologi UGM, Fauzia, berjudulGerakan Sekolah Menyenangkan: Fostering Student's Well-being through a Whole-school-approach (2020) juga menunjukkan faktaanak-anak yang belajar di sekolah GSM ternyata lebih tinggi kebahagiaannya dibandingkan dengan anak di sekolah lain yang tanpa GSM.

Novi menyebut salah satu keunggulan sekolah yang selama ini sudah menerapkan konsep GSM adalah lebih siap dalam situasi pandemi. Sekolah GSM tidak perlu kalang kabut seperti sekolah pada umumnya karena tidak siap dengan perubahan model pelajaran dari tatap muka di kelas menjadi belajar dari rumah melalui daring.

Sekolah GSM juga tidak bermasalah dengan kurikulum karena selama ini pembelajaran memang tidak berorientasi akademik, tidak ada standardisasi nilai, tidak mengenal kompetisi--misalnya siapa juara atau rangking kelas--melainkan lebih memberi ruang kepada siswa mengembangkan potensi dan keunikan dirinya masing-masing. Tujuannya agar terbentuk karakter kuat yang akan membangun ketahanan anak.

Melalui GSM, sistem belajar daring pun sudah lebih awal diperkenalkan ke siswa, termasuk belajar menggunakan aplikasi Zoom dan sejenisnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendidikan di Antara...
Pendidikan di Antara Keinginan Pasar dan Janji Kesejahteraan
Menag: Hardiknas Momentum...
Menag: Hardiknas Momentum Wujudkan Pendidikan Inklusif dan Berkarakter
Sambut Hari Kartini,...
Sambut Hari Kartini, Rustini Muhaimin Serukan Penguatan Pendidikan Karakter Keluarga
Sekolah Daring Batal,...
Sekolah Daring Batal, DPR: Hemat Boleh, tapi Pendidikan Tidak Boleh Ikut Dikorbankan
Pemerintah Batal Terapkan...
Pemerintah Batal Terapkan Pembelajaran Daring bagi Siswa
25 Tahun Pengabdian...
25 Tahun Pengabdian Tanpa Henti untuk Karakter Bangsa, Ary Ginanjar Raih Satya Budaya Narendra
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Siswa SMA Ejek Guru...
Siswa SMA Ejek Guru di Purwakarta, Pakar Hipnoterapi Soroti Krisis Karakter Remaja
Rekomendasi
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved