Komitmen Lindungi Pekerja Media, Ganjar Minta Wartawan Divaksin
Senin, 22 Februari 2021 - 15:47 WIB
loading...
Sejumlah wartawan saat menjalani vaksin Covid-19 di gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (22/2/2021).
A
A
A
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta para wartawan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah agar divaksin. Langkah ini merupakan wujud komitmen Ganjar melindungi pekerja media yang juga berisiko tinggi terpapar Covid-19. Hal itu sempat diungkapkannya dalam Hari Pers Nasional 2021, 9 Februari lalu.
“Langsung wae, daftar ben ndang divaksin (Langsung saja, daftar supaya segera divaksin),” ucap Ganjar pada wartawan saat mendatangi lokasi vaksinasi gelombang kedua untuk pelayan publik di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (22/2/2021).
Mendengar instruksi tersebut, sejumlah wartawan yang ada di lokasi pun langsung mendaftarkan diri untuk menerima vaksin. Wartawan media elektronik, cetak, hingga online tampak mengikuti vaksinasi.
Angling Aditya, salah satu wartawan media online nasional mengaku senang bisa divaksin. Angling mengatakan sudah menunggu lama karena mobilitasnya sebagai wartawan, menjadikan dirinya berisiko tinggi terpapar Covid-19.
“Alhamdulillah akhirnya divaksin karena memang sudah saya tunggu. Saya kerjanya kan muter-muter kesana kemari ketemu banyak orang. Meski takut jarum suntik tapi tetap harus suntik karena ini satu satunya jalan saat ini. Demi anak istri dan orang orang disekitar,” ujarnya.
“Langsung wae, daftar ben ndang divaksin (Langsung saja, daftar supaya segera divaksin),” ucap Ganjar pada wartawan saat mendatangi lokasi vaksinasi gelombang kedua untuk pelayan publik di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin (22/2/2021).
Mendengar instruksi tersebut, sejumlah wartawan yang ada di lokasi pun langsung mendaftarkan diri untuk menerima vaksin. Wartawan media elektronik, cetak, hingga online tampak mengikuti vaksinasi.
Angling Aditya, salah satu wartawan media online nasional mengaku senang bisa divaksin. Angling mengatakan sudah menunggu lama karena mobilitasnya sebagai wartawan, menjadikan dirinya berisiko tinggi terpapar Covid-19.
“Alhamdulillah akhirnya divaksin karena memang sudah saya tunggu. Saya kerjanya kan muter-muter kesana kemari ketemu banyak orang. Meski takut jarum suntik tapi tetap harus suntik karena ini satu satunya jalan saat ini. Demi anak istri dan orang orang disekitar,” ujarnya.
Lihat Juga :