Calon Ketum PB PMII Bicara Dilema Tren Kekinian

Jum'at, 19 Februari 2021 - 20:00 WIB
loading...
A A A
Menurut dia, dengan aktivitas anak muda yang jauh dari produktivitas, upaya pemerintah menjaga masifnya penyebaran virus tentu jadi terhambat. "Melihat krisis yang terjadi hari ini, anak muda perlu berbenah. Kondisi ini menciptakan banyak tekanan ekonomi hingga mengancam nasib jutaan fresh graduate. Begitu banyak PHK serta lapangan pekerjaan yang terbatas," ungkapnya.

Dia berpendapat pola pikir hidup glamor pasca lulus pendidikan formal tentu tidak lagi berlaku, anak muda harus beradaptasi pada gejolak dunia yang semakin mencekik. "Lebih dari itu, jika kita tidak bisa menahan diri aktivitas tidak berguna di luar rumah, bonus demografi Indonesia emas 2045 bisa terancam. Bagaimana tidak, lapangan pekerjaan semakin sesak selagi angka usia produktif menumpuk. Dari sinilah kita perlu menciptakan alam kompetisi pada level angkatan kerja muda yang sehat. Membangun ekosistem gerakan anak muda yang konsisten dan produktif," imbuhnya.

Dia mengatakan perlu diantisipasi secepat mungkin, anak muda harus kembali pada hakikat historisnya: sebagai pendobrak zaman yang terus menerus belajar. "Kita semua harus optimistis. Anak muda selamanya garda masa depan. Namun, masa depan bagaimana yang mau kita tuju? Semua gejolak sepenuhnya tergantung kita," paparnya.

Dia juga menceritakan saat berdiskusi dengan para sahabat. "Tengah asyik membahas kondisi kekinian, kita masuk pada bahasan mimpi Indonesia dan anak muda. Dua istilah yang marak diperbincangkan ketika menjawab persoalan bangsa ke depan," ucapnya.

Kata dia, bukan tanpa sebab, negeri ini lahir dari sejarah panjang kemerdekaan. Menurut dia, harus diakui juga bahwa sejatinya anak muda berperan strategis dalam proses tersebut. "Bahkan sampai kita kenal gerakan pada saat itu: golongan tua dan golongan muda. Dari sana romantisme historis dimulai. Dari sana pula, dinamika harapan perubahan menumpuk pada generasi muda. Meski sejak lama pula gelombang globalisasi mewarnai pikiran dan tindakan dalam ragam wajah ideologi," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
5 Calon Pengganti Paus...
5 Calon Pengganti Paus Fransiskus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved