Kemampuan Bayar Utang Dipertanyakan

Jum'at, 19 Februari 2021 - 06:30 WIB
loading...
A A A
Saat ini, utang pemerintah dilihat dari sisi kemampuan bayar atau melunasi utang (Debt Service Ratio/DSR), menurut Bhima, sudah hampir lampu merah. Adapun DSR tingkat (tier) I Indonesia terus naik melebihi 25%, bandingkan dengan Filipina sekitar 9,7% dan Thailand sebesar 8%. Padahal, kedua negara sekawasan mencatatkan rasio utang terhadap PDB jauh lebih besar dibandingkan Indonesia.

Bagaimana dari sisi beban bunga utang? Secara ideal seharusnya rasio beban bunga utang berdasarkan versi International Monetary Fund (IMF) adalah maksimal 10% dari pendapatan negara. Saat ini, rasio beban bunga utang pemerintah sudah mencapai 19,2% dari pendapatan negara, sedangkan dilihat penerimaan pajak maka rasio beban utang tercatat 25%. Kalau merujuk dari rasio beban bunga utang, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan menilai utang pemerintah sudah sangat besar meski rasio terhadap PDB masih di bawah 60%. Sementara itu, mengutip laporan International Debt Statistic (IDS) yang diterbitkan Bank Dunia menyebutkan Indonesia menempati peringkat keenam utang luar negeri dari 10 negara berpendapatan kecil dan menengah.

Selama ini, sumber utang pemerintah ditengarai lebih banyak berasal dari luar negeri. Faktanya, sebagian besar utang justru bersumber dari dalam negeri, seperti program burden sharing yang dilakukan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan Bank Indonesia (BI). Jadi, BI menjadi pembeli siaga dalam lelang surat berharga negara (SBN) melalui pasar perdana. Kemenkeu rutin menerbitkan surat utang negara ritel dengan minimal pembelian sebesar Rp1 juta.

Sumber utang pemerintah secara garis besar terdiri atas pinjaman dan SBN. Rinciannya, utang dalam bentuk pinjaman Rp852,91 triliun, utang bilateral (antarnegara) Rp333,76 triliun, utang multilateral (dari sejumlah lembaga pemberi utang sekitar Rp 464,21 triliun dan commercial banks Rp 42,97 triliun). Sementara nilai SBN sebesar Rp5.221,65 triliun, terdiri atas Surat Utang Negara (SUN) domestik Rp3.303,78 triliun dan surat berharga syariah negara Rp721,84 triliun. Lalu, ada valuta asing (valas) dalam SUN sebesar Rp946,37 triliun dan surat berharga syariah negara sebesar Rp249,66 triliun.

Lalu, bagaimana rencana pemerintah untuk menambah utang tahun ini? Pada kuartal pertama 2021, pemerintah telah menetapkan target utang baru sebesar Rp342 triliun melalui penerbitan SBN. Tanpa bermaksud mencari kambing hitam, memang, pandemi Covid-19 telah membuat carut-marut anggaran negara. Karena itu, kita berharap pertumbuhan ekonomi bisa pulih secepatnya dan tumbuh 5% tahun ini sebagaimana dipatok pemerintah.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Krisis Energi,...
Hadapi Krisis Energi, JK Minta Pemerintah Pertimbangkan Kurangi Subsidi BBM
Tere Liye: Suara Lugas...
Tere Liye: Suara Lugas di Tengah Normalisasi Utang Pemerintah
Kebijakan WFH ASN Berpotensi...
Kebijakan WFH ASN Berpotensi Hemat APBN Capai Rp6,2 Triliun
Istana Pastikan Tak...
Istana Pastikan Tak Potong Anggaran MBG hingga Koperasi Desa Merah Putih
BNPB Tarik Utang Luar...
BNPB Tarik Utang Luar Negeri Rp949 Miliar Buat Alat Deteksi Gempa dan Tsunami
Anggota Komisi XI DPR...
Anggota Komisi XI DPR Soroti Defisit APBN 2025
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Rekomendasi
Perilaku Manusia Modern...
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
Berita Terkini
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
Pigai Usul Jabatan Utama...
Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil, Pakar Hukum: Bisa Timbulkan Persoalan
Wali Kota Agustina Bawa...
Wali Kota Agustina Bawa Inovasi Semarang ke Panggung Nasional, Tawarkan Solusi Ketahanan Pangan Kota Masa Depan
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Infografis
Ukraina Menolak Bayar...
Ukraina Menolak Bayar Utang Rp5.705 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved