Belasan Ribu Orang Teken Petisi Din Syamsuddin Tidak Radikal

Senin, 15 Februari 2021 - 12:32 WIB
loading...
Belasan Ribu Orang Teken...
Belasan ribu warganet telah menandatangani petisi online bertajuk Pak Din Syamsuddin Tidak Radikal. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Belasan ribu warganet telah menandatangani petisi online bertajuk 'Pak Din Syamsuddin Tidak Radikal.' Petisi tersebut digagas David Krisna Alka sebagai respons atas laporan Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).

Berdasarkan pantauan MNC Portal di laman change.org pukul 11.44 WIB, petisi dukungan untuk Din telah ditandatangani 14.001 warganet. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah. Petisi tersebut ditujukan kepada GAR ITB. Baca juga: Kecam GAR ITB, Imam Besar New York: Hanya di Kampus Indonesia Ada Gerakan Antiradikalisme

David berharap GAR ITB meminta maaf kepada Din Syamsuddin dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang namanya terseret-seret sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. "GAR ITB jangan merusak jalan Islam moderat yang sedang dibangun Presiden Jokowi," ucap David saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Senin (15/2/2021). Baca juga: Din Syamsuddin Dilaporkan GAR ITB, Rizal Ramli Sebut Ada Alumni Berpikir Cupet

David menuturkan, Din Syamsuddin adalah salah satu tokoh Islam moderat seperti halnya Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, cendekiawan Muslim Azyumardi Azra, dan lain sebagainya. "Tokoh-tokoh umat itu role model yang telah dan sedang berkiprah dalam keumatan dan kebangsaan, yang mendamaikan, menyatukan dan berkemajuan," jelasnya. Baca juga: GAR ITB Bisa Dilaporkan karena Pencemaran Nama Baik Terhadap Din Syamsuddin

Diwartakan sebelumnya, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, mengatakan, tuduhan radikal kepada Din Syamsuddin tidak berdasar dan salah alamat. Mu'ti menuturkan, Din sangat aktif mendorong moderasi beragama dan kerukunan intern dan antar umat beragama baik di dalam maupun luar negeri.

"Pak Din adalah tokoh yang menggagas konsep Negara Pancasila sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah di PP Muhammadiyah sampai akhirnya menjadi keputusan resmi Muktamar Muhammadiyah ke 47 di Makassar," ucapnya dalam keterangan tertulis.

Sedangkan Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, pemerintah tidak menganggap Din Syamsuddin sebagai seorang radikalis. Din, kata Mahfud, adalah tokoh yang kritis yang kritiknya harus didengar. "Tidak ada dari pemerintah niat sedikitpun untuk mempersoalkan kiprah Pak Din Syamsuddin di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bertemu JK, Din Syamsuddin...
Bertemu JK, Din Syamsuddin Berencana Laporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie
Din Syamsuddin Desak...
Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan ke JK Kasus Dugaan Penistaan Agama
Gandeng JK hingga Said...
Gandeng JK hingga Said Aqil, Din Syamsuddin Inisiasi Aliansi Global untuk Kemanusiaan
Dubes Iran Bertemu Din...
Dubes Iran Bertemu Din Syamsuddin dan Tokoh Islam, Gaungkan Kampanye Anti-Perang
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Cs Ajukan Din Syamsuddin dan Mantan Wakapolri Oegroseno sebagai Ahli
Din Syamsuddin: Kita...
Din Syamsuddin: Kita Tak Boleh Menutup Mata pada Gejala Keretakan
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penetapan Roy Suryo Cs Jadi Tersangka Tak Sesuai Nilai Etika Moral, Hukum, dan Politik
Lega Ridwan Kamil Maju...
Lega Ridwan Kamil Maju Pilkada Jakarta, Din Syamsuddin Tegaskan Dukung RIDO
Rekomendasi
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved