Menanti Langkah Nyata ASEAN di Myanmar

Senin, 15 Februari 2021 - 06:03 WIB
loading...
A A A
Tidak berhenti di komunikasi semata, bantuan nyata juga dilakukan oleh Indonesia untuk Myanmar. Di tahun 2011, Indonesia membantu Myanmar dalam hal bantuan teknis dan pengembangan kapasitas kepada Myanmar dalam bidang good governance, penguatan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM). Indonesia pun mengembangkan kerja sama institusi terkait di Myanmar dengan KPU, Komnas HAM dan LIPI di Indonesia untuk memberikan pelatihan bagi panitia penyelenggara pemilu Myanmar. Myanmar juga selalu aktif terlibat dalam Bali Democracy Forum yang diinisiasi Indonesia.

Hubungan spesial diantara kedua negara ditunjukkan dengan penyambutan khusus tuan rumah Myanmar dalam setiap kedatangan Presiden SBY ke Myanmar. Bahkan dalam kunjungan terakhir Presiden SBY pada KTT ASEAN Mei 2014 lalu di Myanmar, Presiden Myanmar U Thein Sein menggelar jamuan makan malam perpisahan khusus untuknya. Ia pun tak sungkan mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada Indonesia dan SBY atas perannya dalam mendukung Myanmar selama ini, baik di kancah regional maupun internasional. Tentu, hal ini tidak bisa terjadi secara instan. It takes two to Tango, diperlukan rasa saling percaya (mutual trust) dari kedua belah pihak untuk membangun hubungan yang kondusif seperti ini. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah dari ASEAN saat ini, bagaimana cara membangun rasa percaya Myanmar untuk bisa lebih terbuka dan mau mendengarkan saran dari ASEAN.

Komunikasi menjadi Kunci
Belajar dari masa lalu tersebut, ASEAN harus mampu memelihara komunikasi yang baik dengan Myanmar. ‘Diplomasi megafon’ tidak diperlukan untuk dilakukan. Berkaca dari apa yang pernah dilakukan Indonesia pada era Presiden SBY, langkah diplomasi yang dilakukan haruslah dilaksanakan diam-diam, tidak berteriak kesana kemari, namun menjadi bagian dari solusi. Selain itu, prinsip-prinsip non-intervensi dan musyawarah untuk mufakat dalam ASEAN Way harus dilihat sesuai konteks zaman. Ini bukan berarti membenarkan intervensi urusan dalam negeri orang, namun dengan kesesuaian konteks, langkah yang nyata dan tepat dapat diambil untuk kebaikan ASEAN.

ASEAN harus memosisikan diri sebagai kawan yang peduli dengan apa yang terjadi di Myanmar. Ketulusan sebagai kawan di ASEAN dianggap lebih efektif daripada menggurui atau bahkan mengecam Myanmar. Rasa percaya harus kembali dibangun untuk bisa memenangkan diplomasi di kawasan. Dari semuanya, yang paling penting adalah adanya inisiatif negara anggota ASEAN untuk mau memimpin (taking the lead) misi diplomasi ini. Indonesia bisa kembali mengambil inisiatif memimpin dan mengisi kekosongan seperti yang dilakukan Presiden SBY sebelumnya.

Ke depan, ASEAN tidak akan surut dari tantangan, baik yang berasal dari internal maupun dari eksternal. Kepiawaian memainkan peranan, terbangunnya rasa percaya dan komunikasi yang baik, serta itikad kuat ASEAN menjadi faktor kunci dari keberhasilan organisasi kawasan ini untuk mampu mengatasi setiap tantangan yang datang. Apa yang terjadi di Myanmar saat ini adalah ujian ke sekian dari soliditas, sentralitas dan kohesivitas ASEAN. Apapun yang akan diambil ke depan, langkah konkret ASEAN selanjutnya sangat dinantikan dunia. Ini bukan hanya soal citra ASEAN semata, namun juga menentukan kredibilitas ASEAN di mata dunia. *
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UMB Perkuat Diplomasi...
UMB Perkuat Diplomasi Kreatif Indonesia-Tiongkok, Pamerkan 100 Karya Desain Merek Inovatif
Melembagakan ‘Otot’...
Melembagakan ‘Otot’ Diplomasi Prabowo
Memajukan Peran Korsel...
Memajukan Peran Korsel sebagai Kekuatan Diplomatik melalui Diplomasi Pertahanan
UPI YAI dan Shinawatra...
UPI YAI dan Shinawatra University Thailand Kerja Sama Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Mobil Maung Dibawa ke...
Mobil Maung Dibawa ke KTT ASEAN di Filipina, Seskab: Jadi Simbol Diplomasi Indonesia
Momen Prabowo Kenakan...
Momen Prabowo Kenakan Barong Motif Batik saat Gala Dinner KTT ke-48 ASEAN
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
Rekomendasi
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved