Aktivitas Akan Kembali Berjalan, Protokol Kesehatan Harus Disiplin Diterapkan
Minggu, 17 Mei 2020 - 18:55 WIB
loading...
Tokoh pemuda yang juga Koordinator Perkumpulan Kader Bangsa, Dimas Oky Nugroho. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada pengambil kebijakan terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) agar berhati-hati jika ingin melonggarkan atau mencabut peraturan tersebut. Tapi di sisi lain, Presiden juga ingin roda tetap berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
(Baca juga: Update Corona 17 Mei: 17.514 Positif, 4.129 Sembuh dan 1.148 Meninggal Dunia)
Menanggapi hal ini, tokoh pemuda yang juga Koordinator Perkumpulan Kader Bangsa, Dimas Oky Nugroho, mendukung anjuran Presiden tersebut. Menurutnya, yang disampaikan Jokowi bukan sebuah inkonsistensi, namun lebih kepada mencari jalan tengah atau solusi terbaik yang bisa diterapkan untuk Indonesia.
"Saya memahami perspektif Presiden Jokowi sebagai suatu jalan tengah yang secara sosiologis suka tidak suka akan terpaksa dilakukan oleh rakyat. Satu sisi harus ikut aturan pemerintah untuk disiplin menerapkan distancing demi mencegah penyebaran wabah Covid-19 (virus Corona)," kata Dimas saat membuka diskusi online tentang UMKM, Minggu (17/5/2020).
"Namun di sisi, lain tidak bisa berlama-lama menghentikan aktifitas pekerjaan untuk kebutuhan sehari-hari. Secara umum, resikonya juga tinggi, selain kematian akibat terpapar virus, di sisi lain menaikkan angka kemiskinan, menambah pengangguran, gelombang PHK, dan bahkan frustasi sosial," tambahnya.
Dimas sepakat dengan Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa pelonggaran PSBB agar dilakukan secara berhati-hati. Artinya jika aktivitas ekonomi dijalankan kembali maka masyarakat harus betul-betul menerapkan pola hidup 'new normal' dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai yang ditetapkan.
"Walaupun mungkin grafik Covid-19 ini menurun tapi kan tidak bisa hilang 0 persen sampai ditemukannya vaksin. Bahkan sekalipun vaksin telah ditemukan masyarakat akan tetap menjalani hidup dengan protokol kesehatan. Itu adalah sebuah kenyataan baru, new normal, seluruh masyarakat akibat khawatir dengan kemunculan atau sebaran virus," jelasnya.
(Baca juga: Update Corona 17 Mei: 17.514 Positif, 4.129 Sembuh dan 1.148 Meninggal Dunia)
Menanggapi hal ini, tokoh pemuda yang juga Koordinator Perkumpulan Kader Bangsa, Dimas Oky Nugroho, mendukung anjuran Presiden tersebut. Menurutnya, yang disampaikan Jokowi bukan sebuah inkonsistensi, namun lebih kepada mencari jalan tengah atau solusi terbaik yang bisa diterapkan untuk Indonesia.
"Saya memahami perspektif Presiden Jokowi sebagai suatu jalan tengah yang secara sosiologis suka tidak suka akan terpaksa dilakukan oleh rakyat. Satu sisi harus ikut aturan pemerintah untuk disiplin menerapkan distancing demi mencegah penyebaran wabah Covid-19 (virus Corona)," kata Dimas saat membuka diskusi online tentang UMKM, Minggu (17/5/2020).
"Namun di sisi, lain tidak bisa berlama-lama menghentikan aktifitas pekerjaan untuk kebutuhan sehari-hari. Secara umum, resikonya juga tinggi, selain kematian akibat terpapar virus, di sisi lain menaikkan angka kemiskinan, menambah pengangguran, gelombang PHK, dan bahkan frustasi sosial," tambahnya.
Dimas sepakat dengan Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa pelonggaran PSBB agar dilakukan secara berhati-hati. Artinya jika aktivitas ekonomi dijalankan kembali maka masyarakat harus betul-betul menerapkan pola hidup 'new normal' dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai yang ditetapkan.
"Walaupun mungkin grafik Covid-19 ini menurun tapi kan tidak bisa hilang 0 persen sampai ditemukannya vaksin. Bahkan sekalipun vaksin telah ditemukan masyarakat akan tetap menjalani hidup dengan protokol kesehatan. Itu adalah sebuah kenyataan baru, new normal, seluruh masyarakat akibat khawatir dengan kemunculan atau sebaran virus," jelasnya.
Lihat Juga :