Jelang Libur Panjang Imlek, Waspadai Kenaikan Kasus COVID-19 hingga 40%
Kamis, 11 Februari 2021 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
"Mari menjadi masyarakat yang bijak dan cerdas belajar dari masa lalu, serta berani mengatakan untuk tetap di rumah saja dalam merayakan Imlek tahun ini. Agar tidak terjadi lonjakan dan peningkatan kasus dan supaya kita semua tidak direpotkan," katanya.
Menurut Ede, pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang makin kecil masuk ke mikro sebenarnya ideal supaya gerak langkah virus tidak membesar. "Untuk implementasinya membutuhkan keseriusan. Lakukan penemuan kasus secepat-cepatnya. Bila memungkinkan, hari ini kontak, besok sudah ditentukan statusnya. Perlu ada bantuan untuk orang-orang membutuhkan terutama bahan-bahan dasar seperti makanan. Maka mereka bisa stay at home, menyembuhkan diri sendiri, tidak menularkan kepada orang lain, dan harapannya jumlah kasus makin mengecil," katanya.
Baca juga: Rapid Test Antigen Resmi Jadi Metode Pelacakan COVID-19, Ada Kemungkinan Kasus Naik
Sebagai pembanding, Ede menjelaskan kejadian 100 tahun lalu, yaitu pandemi Spanyol. "Asalnya dari Eropa tetapi yang menderita seluruh dunia. Kejadian tersebut seharusnya dimasukkan ke dalam sejarah dunia, bahwa pernah terjadi pandemi yang begitu dahsyat yang kita tidak boleh ulangi. Kejadiannya dulu sampai 3 tahun dari Januari 1918-Desember 1920. Artinya kalau kita tidak disiplin menerapkan perilaku sehat dengan protokol kesehatan 3M, maka bukan tidak mungkin kita akan mengalami hal yang sama seperti pandemi Spanyol," katanya.
Menurut Ede, pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang makin kecil masuk ke mikro sebenarnya ideal supaya gerak langkah virus tidak membesar. "Untuk implementasinya membutuhkan keseriusan. Lakukan penemuan kasus secepat-cepatnya. Bila memungkinkan, hari ini kontak, besok sudah ditentukan statusnya. Perlu ada bantuan untuk orang-orang membutuhkan terutama bahan-bahan dasar seperti makanan. Maka mereka bisa stay at home, menyembuhkan diri sendiri, tidak menularkan kepada orang lain, dan harapannya jumlah kasus makin mengecil," katanya.
Baca juga: Rapid Test Antigen Resmi Jadi Metode Pelacakan COVID-19, Ada Kemungkinan Kasus Naik
Sebagai pembanding, Ede menjelaskan kejadian 100 tahun lalu, yaitu pandemi Spanyol. "Asalnya dari Eropa tetapi yang menderita seluruh dunia. Kejadian tersebut seharusnya dimasukkan ke dalam sejarah dunia, bahwa pernah terjadi pandemi yang begitu dahsyat yang kita tidak boleh ulangi. Kejadiannya dulu sampai 3 tahun dari Januari 1918-Desember 1920. Artinya kalau kita tidak disiplin menerapkan perilaku sehat dengan protokol kesehatan 3M, maka bukan tidak mungkin kita akan mengalami hal yang sama seperti pandemi Spanyol," katanya.
(abd)
Lihat Juga :