Karangan Bunga dan Jadi Trending, Masyarakat Dinilai Simpati ke Moeldoko

Rabu, 10 Februari 2021 - 18:29 WIB
loading...
Karangan Bunga dan Jadi...
Menurut koordinator nasional jaringan dai muda, JIK, Irfaan Sanoesi, beragam reaksi masyarakat terkait isu kudeta di Demokrat yang menyeret nama Moeldoko. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Gejolak internal Partai Demokrat mengundang beragam reaksi masyarakat. Menurut koordinator nasional jaringan dai muda, Jaringan Islam Kebangsaan (JIK), Irfaan Sanoesi, beragam reaksi masyarakat terkait isu kudeta di Demokrat yang menyeret nama Moeldoko justru mengundang simpati masyarakat kepadanya.

(Baca juga: Janji Permudah Sertifikasi Kelapa Sawit, Moeldoko Ingatkan Soal Keberlanjutan Lingkungan)

Dia menilai, reaksi masyarakat yang mengirim banyak karangan bunga contohnya, adalah bukti bahwa isu kudeta ini melibatkan masyarakat dan merasa bersimpati atas kejadian yang menimpa Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Moeldoko.

(Baca juga: Karangan Bunga Moeldoko-AHY Berdampingan, Netizen: Berdamailah)

Menurut Irfaan, bunga merupakan sebuah simbol cinta, sehingga ketika ada kejadian yang tidak mengenakan menimpa seseorang, bunga itu memiliki arti mendukung dan selalu ada di saat dalam keadaan getir sekalipun.

"Fenomena karangan bunga ini populer ketika Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) sesaat setelah menerima vonis di pengadilan. Masyarakat menganggap Ahok dizalimi sehingga mereka mengekspresikan rasa cinta kepadanya dengan karangan bunga," ucap Irfaan, Rabu (10/2/2021).

(Baca juga: Moeldoko Terpantau Radar Survei Capres 2024, Alarm bagi AHY)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menko AHY-Dewan Maritim...
Menko AHY-Dewan Maritim Rusia Kerja Sama Pembangunan PLTN Terapung dan Kapal Cepat
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Prabowo Pimpin Ratas...
Prabowo Pimpin Ratas Virtual, AHY Laporkan Penyelamatan Pantura Jawa hingga Transformasi Jaringan Kereta Api
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Demokrat Serahkan Urusan...
Demokrat Serahkan Urusan Reshuffle Kabinet ke Presiden: Supaya Bisa Bekerja dengan Nyaman
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Sumatera Blackout, AHY:...
Sumatera Blackout, AHY: Sedang Diinvestigasi Permasalahan Utama
Rekomendasi
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved