Karangan Bunga Moeldoko-AHY Berdampingan, Netizen: Berdamailah
Rabu, 10 Februari 2021 - 17:48 WIB
loading...
Karangan bunga ucapan duka cita atas meninggalnya KH Atabik Ali Maksum dari Moeldoko dan AHY. Foto/tangkapan layar Twitter Anas Urbaningrum
A
A
A
JAKARTA - Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta yang juga mertua dari mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum , KH Atabik Ali Maksum meninggal dunia pada Sabtu 6 Februari 2021. Karangan bunga ucapan duka cita pun dikirim sejumlah tokoh.
Hal itu terlihat dalam postingan Twitter Anas Urbaningrum @anasurbaningrum pada Rabu (10/2/2021).
Dalam foto yang diunggah Twitter Anas Urbaningrum, terlihat karangan bunga ucapan duka cita dari Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko berdampingan dengan karangan bunga ucapan dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Salah dua karangan bunga. #BukanPolitik *admin," tulis keterangan foto yang diunggah Twitter Anas Urbaningrum itu.Baca juga: Pengasuh Pesantren Krapyak KH Atabik Ali Meninggal Dunia
Hingga berita ini ditulis sekitar pukul 15.52 WIB, unggahan Twitter Anas Urbaningrum itu mendapat 50 like, 2 tweet kutipan dan 11 retweet. "Berdamailah dengan kebaikan daripada harus bertengkar hanya untuk kemudaratan," cuit seorang warganet @DumbiMahmud.
Hal itu terlihat dalam postingan Twitter Anas Urbaningrum @anasurbaningrum pada Rabu (10/2/2021).
Dalam foto yang diunggah Twitter Anas Urbaningrum, terlihat karangan bunga ucapan duka cita dari Kepala Kantor Staf Presiden Jenderal TNI Purnawirawan Moeldoko berdampingan dengan karangan bunga ucapan dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Salah dua karangan bunga. #BukanPolitik *admin," tulis keterangan foto yang diunggah Twitter Anas Urbaningrum itu.Baca juga: Pengasuh Pesantren Krapyak KH Atabik Ali Meninggal Dunia
Hingga berita ini ditulis sekitar pukul 15.52 WIB, unggahan Twitter Anas Urbaningrum itu mendapat 50 like, 2 tweet kutipan dan 11 retweet. "Berdamailah dengan kebaikan daripada harus bertengkar hanya untuk kemudaratan," cuit seorang warganet @DumbiMahmud.
Lihat Juga :