Minta Roadmap Reformasi Birokrasi Dievaluasi, Wapres Singgung Turunnya IPK
Selasa, 09 Februari 2021 - 15:44 WIB
loading...
Wapres, Maruf Amin meminta agar adanya evaluasi peta jalan atau roadmap reformasi birokrasi. Menurutnya, masih ada hal-hal yang perlu dioptimalkan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres), Ma'ruf Amin meminta agar adanya evaluasi peta jalan atau roadmap reformasi birokrasi . Menurutnya, masih ada hal-hal yang perlu dioptimalkan.
“Saya melihat bahwa titik sentral dari catatan-catatan tadi terletak pada birokrasi dan aparat negara. Oleh karena itu, saya ingin kita melakukan evaluasi yang menyeluruh atas road map reformasi birokrasi yang ada,” ujarnya dikutip dari pers rilis Setwapres, Selasa (9/2/2021). Baca juga: Pertemuan Tingkat Menteri WTO, Mendag Bahas Reformasi Organisasi Dagang hingga Subsidi Perikanan
Secara khusus Ma'ruf meminta Tim Reformasi Birokrasi Nasional untuk mengkaji kembali program-program yang ada. Utamanya agar dapat disesuaikan dengan kondisi terbaru di era perubahan serba cepat dan dinamis ini.
“Menyusun kembali program jangka pendek dan menengah yang benar-benar menentukan bagi terjadinya perubahan, sesuai dengan tuntutan situasi terkini, baik di dalam negeri maupun juga secara global yang penuh disrupsi,” jelasnya.
Selain itu, dia juga menyebut masih terdapat kelemahan birokrasi yang belum dapat teratasi secara maksimal. Meskipun memang ada beberapa capaian positif semenjak pandemi COVID-19 ini terjadi.
“Saya melihat bahwa titik sentral dari catatan-catatan tadi terletak pada birokrasi dan aparat negara. Oleh karena itu, saya ingin kita melakukan evaluasi yang menyeluruh atas road map reformasi birokrasi yang ada,” ujarnya dikutip dari pers rilis Setwapres, Selasa (9/2/2021). Baca juga: Pertemuan Tingkat Menteri WTO, Mendag Bahas Reformasi Organisasi Dagang hingga Subsidi Perikanan
Secara khusus Ma'ruf meminta Tim Reformasi Birokrasi Nasional untuk mengkaji kembali program-program yang ada. Utamanya agar dapat disesuaikan dengan kondisi terbaru di era perubahan serba cepat dan dinamis ini.
“Menyusun kembali program jangka pendek dan menengah yang benar-benar menentukan bagi terjadinya perubahan, sesuai dengan tuntutan situasi terkini, baik di dalam negeri maupun juga secara global yang penuh disrupsi,” jelasnya.
Selain itu, dia juga menyebut masih terdapat kelemahan birokrasi yang belum dapat teratasi secara maksimal. Meskipun memang ada beberapa capaian positif semenjak pandemi COVID-19 ini terjadi.
Lihat Juga :