Forum Merdeka Barat 9 Sebut Penyaluran Bansos 2021 Lebih Kolaboratif
Rabu, 03 Februari 2021 - 19:08 WIB
loading...
A
A
A
Sonny menyatakan, pemerintah secara resmi telah menyalurkan dana Program Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk masyarakat terdampak pandemi Corona bersamaan dengan dua bansos lainnya pada 4 Januari 2021 lalu.
"Kita namakan Bantuan Sosial Tunai (BST) ini Bantuan Sosial khusus karena BST ditujukan bagi masyarakat terdampak pendemi Covid-19," terang Sonny.
Lebih jauh Sonny menjelaskan, apa yang dikerjakan Kemensos saat ini bukanlah program tiba-tiba muncul akibat pandemi Covid-19. Program reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan kartu sembako atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Jabodetabek/luar Jabodetabek sudah berjalan.
"Namun dengan pandemi Covid-19 kami sinkronkan menjadi program dalam Komite Pemulihan Ekonomi Nasional. Program Perlindungan Sosial menjadi tulang punggung utama dalam proses pemulihan ekonomi," sambungnya.
Dalam hal program BST Kemensos bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dalam penyaluran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pada 2021, BST menyasar 10 juta KPM di seluruh Indonesia. Bantuan ini akan diberikan mulai Januari hingga April 2021.
Bansos ini merupakan jaring pengaman sosial bagi masyarakat miskin maupun yang paling terdampak secara sosial ekonomi akibat pandemi Corona. Sonny menjelaskan, Kemensos kan menyalurkan BST kepada keluarga yang telah memenuhi persyaratan dan terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Jadi, secara imlemantatif di tingkat akar rumput, harapan kami dari kemensos perosalan data ini paling krusial. Harus dilakukan secara bersama-sama ini harus komprehensif, bersinergi lintas kementerian, pemda, hingga tingkat bawah. Data ini menjadi ujung tombak penerima dan penyaluran bansos ini agar tepat sasaran dan tepat hasil," ungkapnya.
"Kita namakan Bantuan Sosial Tunai (BST) ini Bantuan Sosial khusus karena BST ditujukan bagi masyarakat terdampak pendemi Covid-19," terang Sonny.
Lebih jauh Sonny menjelaskan, apa yang dikerjakan Kemensos saat ini bukanlah program tiba-tiba muncul akibat pandemi Covid-19. Program reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan kartu sembako atau Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) Jabodetabek/luar Jabodetabek sudah berjalan.
"Namun dengan pandemi Covid-19 kami sinkronkan menjadi program dalam Komite Pemulihan Ekonomi Nasional. Program Perlindungan Sosial menjadi tulang punggung utama dalam proses pemulihan ekonomi," sambungnya.
Dalam hal program BST Kemensos bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dalam penyaluran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pada 2021, BST menyasar 10 juta KPM di seluruh Indonesia. Bantuan ini akan diberikan mulai Januari hingga April 2021.
Bansos ini merupakan jaring pengaman sosial bagi masyarakat miskin maupun yang paling terdampak secara sosial ekonomi akibat pandemi Corona. Sonny menjelaskan, Kemensos kan menyalurkan BST kepada keluarga yang telah memenuhi persyaratan dan terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
"Jadi, secara imlemantatif di tingkat akar rumput, harapan kami dari kemensos perosalan data ini paling krusial. Harus dilakukan secara bersama-sama ini harus komprehensif, bersinergi lintas kementerian, pemda, hingga tingkat bawah. Data ini menjadi ujung tombak penerima dan penyaluran bansos ini agar tepat sasaran dan tepat hasil," ungkapnya.
Lihat Juga :