Forum Merdeka Barat 9 Sebut Penyaluran Bansos 2021 Lebih Kolaboratif
Rabu, 03 Februari 2021 - 19:08 WIB
loading...
A
A
A
SVP Sales dan Marketing Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia, Haris Husein menerangkan bahwa mekanisme bansos dalam penyaluran dengan pihak kemensos dilakukan dengan 3 channel. Pertama di kantor pos, ke lokasi KPM dengan jumlah banyak dengan memanfaatkan balai desa atau serbaguna atau sekolah, dan antaran khususnya bagi masyarakat yang lansia, sakit, atau cacat.
"Ini merupakan amanah dari negara kepada kami karena itu kami memikirkan akuntabilitas. Kami memanfaatkan penyaluran dengan menggunakan teknologi melalui aplikasi pos giro mobile. Ke depannya kita akan menerapkan face recognition sekaligus untuk memverifikasi penerima," ujar Haris.
Haris mengungkapkan, pihaknya secara intensif diundang oleh Kemensos untuk melakukan rapat koordinasi untuk kemudian melakukan perbaikan-perbaikan di lapangan.
"Setiap minggu evaluasi memastikan apakah ada yang tidak tersalurkan baik itu karena sudah meninggal, atau pindah atau yang lain sehingga akan ada perbaikan sistem untuk ke depannya," imbuhnya.
Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan, Pemkot Bogor mengintegrasikan bansos Kemensos ini dengan aplikasi Salur. Sebuah aplikasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui dirinya masuk daftar penerima bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, atau pemkot.
Dia menegaskan, updating dan penyempurnaan data harus terus dilakukan. Kemudian dia menghimbau agar sosialiasi harus tersampaikan dengan baik untuk mencegah penumpukan massa dan terjadi pelanggaran protokol kesehatan. Dan teknis penyaluran dan evaluasi harus komprehensif dan lintas kementerian dan pemda.
"Pertama kita pastikan warga terinformasi dengan baik. Sosialisasi dengan baik. Updating data. Penyempurnaan data. Ketiga, teknis penyaluran. Keempat Evaluasi. Pemberian bansos akan tepat sasaran," ujarnya.
"Ini merupakan amanah dari negara kepada kami karena itu kami memikirkan akuntabilitas. Kami memanfaatkan penyaluran dengan menggunakan teknologi melalui aplikasi pos giro mobile. Ke depannya kita akan menerapkan face recognition sekaligus untuk memverifikasi penerima," ujar Haris.
Haris mengungkapkan, pihaknya secara intensif diundang oleh Kemensos untuk melakukan rapat koordinasi untuk kemudian melakukan perbaikan-perbaikan di lapangan.
"Setiap minggu evaluasi memastikan apakah ada yang tidak tersalurkan baik itu karena sudah meninggal, atau pindah atau yang lain sehingga akan ada perbaikan sistem untuk ke depannya," imbuhnya.
Wali Kota Bogor, Bima Arya menyatakan, Pemkot Bogor mengintegrasikan bansos Kemensos ini dengan aplikasi Salur. Sebuah aplikasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui dirinya masuk daftar penerima bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, atau pemkot.
Dia menegaskan, updating dan penyempurnaan data harus terus dilakukan. Kemudian dia menghimbau agar sosialiasi harus tersampaikan dengan baik untuk mencegah penumpukan massa dan terjadi pelanggaran protokol kesehatan. Dan teknis penyaluran dan evaluasi harus komprehensif dan lintas kementerian dan pemda.
"Pertama kita pastikan warga terinformasi dengan baik. Sosialisasi dengan baik. Updating data. Penyempurnaan data. Ketiga, teknis penyaluran. Keempat Evaluasi. Pemberian bansos akan tepat sasaran," ujarnya.
(maf)
Lihat Juga :