Manuver Belah Bambu Moeldoko Dinilai Untungkan AHY dan Demokrat
Rabu, 03 Februari 2021 - 16:15 WIB
loading...
Dugaan keterlibatan Kepala KSP Moeldoko dalam isu kudeta Partai Demokrat benar-benar akan menjadi pertaruhan bagi karir politik mantan Panglima TNI ini. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dugaan keterlibatan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko dalam isu pengambilalihan paksa ( Kudeta) Partai Demokrat benar-benar akan menjadi pertaruhan bagi karir politik mantan Panglima TNI ini.
“Ini berisiko terhadap karir politik Pak Moeldoko, karena kegaduhan isu pengambilalihan paksa Partai Demokrat ini telah menyeret-nyeret nama banyak pihak, termasuk nama Presiden Jokowi,” ujar Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam dalam keterangannya kepada SINDOnews, Rabu (3/2/2021). Baca juga: Politikus Demokrat Minta Moeldoko Mundur: Jangan Jadi Beban Negara dan Jokowi
Dia menilai di tengah fokus Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menyelesaikan begitu banyak problem bangsa dan negara dari persoalan pandemi COVID-19 dan krisis ekonomi, isu yang menyeret-nyeret nama Jokowi ini tentu akan mengusik Presiden. Manuver diam-diam Pak Moeldoko ini mendapat respons dan opini negatif dari publik.
"Mengingat Presiden Jokowi sangat peka terhadap opini publik, bisa saja Pak Moeldoko kehilangan kepercayaan dari Presiden,” ujar Surokim. Ibarat pepatah, Pak Moeldoko tengah menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri,” jelasnya.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya UTM ini juga berpendapat kegaduhan pengambilalihan paksa Partai Demokrat ini melahirkan sejumlah spekulasi. “Bisa jadi kegaduhan dan riak ini justru akan makin membuat solid Partai Demokrat dan membangunkan kekuatan partai yang terpendam selama ini,” kata Surokim mengingatkan. Baca juga: Tanpa Tunjukan Bukti, Tudingan Demokrat ke Moeldoko Bisa Jadi Bumerang
“Ini berisiko terhadap karir politik Pak Moeldoko, karena kegaduhan isu pengambilalihan paksa Partai Demokrat ini telah menyeret-nyeret nama banyak pihak, termasuk nama Presiden Jokowi,” ujar Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam dalam keterangannya kepada SINDOnews, Rabu (3/2/2021). Baca juga: Politikus Demokrat Minta Moeldoko Mundur: Jangan Jadi Beban Negara dan Jokowi
Dia menilai di tengah fokus Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menyelesaikan begitu banyak problem bangsa dan negara dari persoalan pandemi COVID-19 dan krisis ekonomi, isu yang menyeret-nyeret nama Jokowi ini tentu akan mengusik Presiden. Manuver diam-diam Pak Moeldoko ini mendapat respons dan opini negatif dari publik.
"Mengingat Presiden Jokowi sangat peka terhadap opini publik, bisa saja Pak Moeldoko kehilangan kepercayaan dari Presiden,” ujar Surokim. Ibarat pepatah, Pak Moeldoko tengah menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri,” jelasnya.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya UTM ini juga berpendapat kegaduhan pengambilalihan paksa Partai Demokrat ini melahirkan sejumlah spekulasi. “Bisa jadi kegaduhan dan riak ini justru akan makin membuat solid Partai Demokrat dan membangunkan kekuatan partai yang terpendam selama ini,” kata Surokim mengingatkan. Baca juga: Tanpa Tunjukan Bukti, Tudingan Demokrat ke Moeldoko Bisa Jadi Bumerang
Lihat Juga :