Upaya Kudeta Demokrat: Pola Kolonial di Era Milenial
Rabu, 03 Februari 2021 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
Secara historis, kata Diska, politik belah bambu semacam ini sudah lama terjadi dalam masyarakat kita. Pada era penjajahan di Indonesia, politik “devide et empira” pernah dikenal ampuh untuk mengadu domba dan melanggengkan kekuasaan kolonial penjajah di Tanah Air.
“Secara sosio-politik, pihak yang kuat akan lebih mudah menggunakan kekuasaannya apabila ia menopang pihak-pihak yang lemah. Tapi jika pihak yang kuat berada di antara pihak-pihak yang kuat pula, kompetisi antar pihak membuat kekuasaan sulit disalahgunakan,” tuturnya menekankan pentingnya oposisi yang kuat dalam relasi kekuasaan negara.
Menyitir penelitian European University at St Petersburgh tentang kompetisi partai politik di negara otoriter seperti Rusia, Diska menjelaskan salah satu cara penguasa untuk meminimalisir kompetisi dari partai politik oposisi adalah dengan mengusik kekuatan internal partai, termasuk dengan mengambil alih kepemimpinan secara paksa (Gel’man, 2008). Diska melihat tren pecah belah partai secara sistematis sudah mulai terjadi pada masa ini. Baca juga: Politikus Demokrat Minta Moeldoko Mundur: Jangan Jadi Beban Negara dan Jokowi
"Jumpa pers Ketua Umum Partai Demokrat AHY untuk membuka upaya pengambilalihan paksa partainya merupakan tindakan yang cepat dan tepat dalam relasi kuasa yang tidak seimbang antara penguasa dengan partai non pemerintah pada saat ini," tutupnya.
“Secara sosio-politik, pihak yang kuat akan lebih mudah menggunakan kekuasaannya apabila ia menopang pihak-pihak yang lemah. Tapi jika pihak yang kuat berada di antara pihak-pihak yang kuat pula, kompetisi antar pihak membuat kekuasaan sulit disalahgunakan,” tuturnya menekankan pentingnya oposisi yang kuat dalam relasi kekuasaan negara.
Menyitir penelitian European University at St Petersburgh tentang kompetisi partai politik di negara otoriter seperti Rusia, Diska menjelaskan salah satu cara penguasa untuk meminimalisir kompetisi dari partai politik oposisi adalah dengan mengusik kekuatan internal partai, termasuk dengan mengambil alih kepemimpinan secara paksa (Gel’man, 2008). Diska melihat tren pecah belah partai secara sistematis sudah mulai terjadi pada masa ini. Baca juga: Politikus Demokrat Minta Moeldoko Mundur: Jangan Jadi Beban Negara dan Jokowi
"Jumpa pers Ketua Umum Partai Demokrat AHY untuk membuka upaya pengambilalihan paksa partainya merupakan tindakan yang cepat dan tepat dalam relasi kuasa yang tidak seimbang antara penguasa dengan partai non pemerintah pada saat ini," tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :