Ambang Batas Bukti Omong Kosongnya Argumen Sistem Presidensial Tak Bergantung Partai

Senin, 01 Februari 2021 - 08:35 WIB
loading...
Ambang Batas Bukti Omong...
Ambang batas dalam pemilu dinilai Saiful Mujani membuktikan omong kosong bahwa sistem presidensial tidak bergantung partai. Foto/ilustrasi.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Konflik politik karena perbedaan kepentingan merupakan sesuatu yang normal. Yang harus dilakukan yaitu mengelolanya supaya tidak menjadi kekerasan dan konflik di masyarakat. Saiful Mujani, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), menyatakan, demokrasi adalah satu cara untuk mengelola kepentingan itu.

Tetapi, menggelar pemilu atau pilkada secara serentak sama dengan menumpuk konflik dan berisiko. Karena itu harus dikelola dengan sangat baik.

"Sebaiknya konflik dikelola dengan mendistribusikannya menurut tempat dan waktu sehingga risiko bahaya dapat ditekan dan lebih managable sesuai dengan kemampuan kita," tutur Saiful kepada SINDOnews, Senin (1/2/2021).

(Baca: Bila Pilkada Digelar 2024, Peluang Anies dan Figur Lain Sama)

Menurut Saiful, Pilkada dan pemilu yang tersebar menurut waktu dan tempat, resiko tak terkelolanya lebih rendah seperti pengalaman kita selama ini. Contoh mutakhir adalah Pilkada 2020 yang sukses besar: damai, voter turn out tinggi meski di tengah pandemi Covid-19.

Sebaliknya, pemilu dan Pemilu presiden (Pilpres) 2019 adalah pelajaran mahal bagi kita. Dia melihat, pemilu 2019 kurang terkelola dengan baik, sehingga menyebabkan banyak korban berjatuhan. Ini pelajaran penting dan jangan diulang.

Lebih lanjut Saiful menganggap, ide 'review' ke Mahkamah Kontitusi (MK) untuk menyatukan pemilu dan pilpres dan dikabulkan MK lebih karena alasan politik praktis ketimbang managablity demokrasi. Sebaliknya, tidak didasarkan pada naskah akademik yang memadai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
PDIP Bentuk Tim Evaluasi...
PDIP Bentuk Tim Evaluasi RUU Pemilu, Andreas: Saya Dengar Inisiatifnya Diambil Alih Pemerintah
Bicara Ambang Batas...
Bicara Ambang Batas Parlemen, Waketum Perindo: Jangan Sampai Suara Terbuang Sia-sia!
GKSR Minta Revisi UU...
GKSR Minta Revisi UU Pemilu Libatkan Partai Non-Parlemen dan Hapus Parliamentary Threshold
Mantan Komisioner KPU...
Mantan Komisioner KPU Bicara Ambang Batas Parlemen: Idealnya 0 %
5 Jam Diperiksa Polda...
5 Jam Diperiksa Polda Metro, Saiful Mujani Dicecar 37 Pertanyaan
Saiful Mujani Penuhi...
Saiful Mujani Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya terkait Kasus Dugaan Penghasutan
Kantor SMRC Didemo,...
Kantor SMRC Didemo, Saiful Mujani: Ongkos Sebuah Sikap
Rekomendasi
Spanyol Ngamuk, Sikat...
Spanyol Ngamuk, Sikat Arab Saudi 3-0 di Babak Pertama
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
Saleh Husin, Retno Marsudi,...
Saleh Husin, Retno Marsudi, Triawan Munaf, Tantowi Yahya, hingga Mari Pangestu Latihan Menuju UI Green Marathon
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved