Soal Kebijakan Dedi Mulyadi, PBNU: Pengiriman Anak Nakal ke Pesantren Jauh Lebih Baik

Sabtu, 10 Mei 2025 - 19:31 WIB
loading...
Soal Kebijakan Dedi...
Progam pengiriman anak nakal ke barak militer oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belakang disorot publik. Foto/SindoNews
A A A
JAKARTA - Progam pengiriman anak nakal ke barak militer oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belakang disorot publik. Nahdatul Ulama (NU) berpendapat mengubah anak nakal menjadi baik bisa melalui pesantren.

Kendati program ini telah berjalan, Ketua Bidang Keagamaan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrur Rozi alias Gus Fahrur menyarankan pembinaan di barak militer perlu ditambahkan pendekatan keagamaan.

"Saya melihat pendidikan pesantren lebih baik. Tapi mungkin juga bisa dikombinasi pendidikan keagamaan dan pendekatan spiritual pesantren di tambahkan dengan disiplin seperti yang dimiliki oleh tentara," kata Gus Fahrur, Sabtu (10/5/2025).

Baca juga: PBNU Khawatir Program Dedi Mulyadi Ciptakan Anak Nakal yang Terlatih

"Pendidikan keagamaan saya kira tidak kalah penting, perhatian orang tua tidak kalah penting, pendekatan spiritual, pendekatan psikologi itu saya kira jauh lebih penting dari pada sekadar tempaan secara fisik," imbuhnya.

Gus Fahrur menyakini pendekatan keagamaan mampu mengubah mental anak agar tidak kembali nakal. Karena kenakalan itu bukan berasal dari tubuh atau fisik melainkan dari pola pikir sang anak.

Baca juga: Wacana Kirim Anak Nakal ke Barak Militer Jadi Kebijakan Nasional, JPPI: Ciptakan Generasi Patuh Buta
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
PBNU: Iduladha 2026...
PBNU: Iduladha 2026 Jadi Pengingat Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Terluka
Badan Hukum: Sistem...
Badan Hukum: Sistem Imun yang Sering Terlupakan
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Rekomendasi
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
PENAS XVII 2026 Jadi...
PENAS XVII 2026 Jadi Magnet Investasi Agribisnis, KTNA dan FERACO Perkuat Kolaborasi Industri dan Teknologi Pangan Nasional
Berita Terkini
Belajar dari Iran: Tiga...
Belajar dari Iran: Tiga Pelajaran Strategis bagi Indonesia
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
PDIP: Jika Seluruh Fraksi...
PDIP: Jika Seluruh Fraksi di DPR Hanya Manut Eksekutif, Apa Bedanya dengan Era Orde Baru?
Penahanan dr Tifa: Babak...
Penahanan dr Tifa: Babak Baru atau Babak Terakhir
Dari Ploso, Gus Mashum...
Dari Ploso, Gus Mashum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Infografis
Panglima Militer Israel:...
Panglima Militer Israel: Tentara yang Tewas di Gaza Jauh Lebih Banyak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved