Jika Pilkada Digelar 2024, Pengamat Sebut PDIP akan Untung
Senin, 01 Februari 2021 - 05:38 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudinmengungkapkan jika Pilkada Serentak digelar pada 2024 akan menimbulkan gaduh yang amat luar biasa. Hal itu dikarenakan, akan ada kontestasi politik lain seperti Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Anggota Legislatif.
Akibat hal itu, kata Ujang, PDIPerjuangan menjadi partai yang diunggulkan atas usulan tersebut. Menurutnya,ada banyak kepala daerah yang habis massa jabatannya di 2022 dan 2023, dan itu akan dipegang penjabat gubernur, bupati, atau wali kota yang diangkat Pemprov dan Mendagri. Baca juga: 5 Politisi Senayan Ini Berpeluang Menjadi Pesaing Anies Baswedan
"Secara politik akan menguntungkan PDIP, karena akan banyak PLT gubenur, bupati atau wali kota. Walaupun pejabat yang ditunjuk dari ASN eselon 1 dari Kemendagri dan Pemprov, tetapi mereka tetap akan berkiblat pada partai penguasa," ungkapnya saat dihubungi, Senin (2/2/2021).
Lebih lanjut dia memaparkan, keuntungan lain yang diambil PDIP adalah dapat menjegal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang digadang-gadang ikut dalam lagi Pilkada 2022.
"Jika Pilkada di 2024, maka Anies sudah lemah karena tak lagi menjadi gubernur, maka bisa dikalahkan oleh jagoan dari PDIP atau partai lainnya," tuturnya. Baca juga: Lawan Terberat Anies Baswedan Bukan Haji Lulung dan Ahmad Sahroni
Akibat hal itu, kata Ujang, PDIPerjuangan menjadi partai yang diunggulkan atas usulan tersebut. Menurutnya,ada banyak kepala daerah yang habis massa jabatannya di 2022 dan 2023, dan itu akan dipegang penjabat gubernur, bupati, atau wali kota yang diangkat Pemprov dan Mendagri. Baca juga: 5 Politisi Senayan Ini Berpeluang Menjadi Pesaing Anies Baswedan
"Secara politik akan menguntungkan PDIP, karena akan banyak PLT gubenur, bupati atau wali kota. Walaupun pejabat yang ditunjuk dari ASN eselon 1 dari Kemendagri dan Pemprov, tetapi mereka tetap akan berkiblat pada partai penguasa," ungkapnya saat dihubungi, Senin (2/2/2021).
Lebih lanjut dia memaparkan, keuntungan lain yang diambil PDIP adalah dapat menjegal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang digadang-gadang ikut dalam lagi Pilkada 2022.
"Jika Pilkada di 2024, maka Anies sudah lemah karena tak lagi menjadi gubernur, maka bisa dikalahkan oleh jagoan dari PDIP atau partai lainnya," tuturnya. Baca juga: Lawan Terberat Anies Baswedan Bukan Haji Lulung dan Ahmad Sahroni
Lihat Juga :