Pimpin Rapim Kemenparekraf, Sandiaga Ungkap Potensi Wisata Bahari

loading...
Pimpin Rapim Kemenparekraf, Sandiaga Ungkap Potensi Wisata Bahari
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno mengatakan lebih efisien dan tetap produktif saat berkantor di Bali. Foto/Twitter Sandiaga Uno
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno mengatakan lebih efisien dan tetap produktif saat berkantor di Bali.

(Baca juga: Gerak Cepat Pulihkan Pariwisata, Sandiaga Uno Siapkan Edutourism)

Di hari pertamanya berkantor di Pulau Dewata, Kamis (28/1/2021), Sandiaga telah menyelesaikan sejumlah agenda penting, salah satunya melakukan Rapat Pimpinan (Rapim) di lingkungan Kemenparekraf.

Baca juga : Hadapi Pandemi 2021,Travel Online Ini Siapkan Inovasi Teknologi



Sandiaga mengatakan, Rapim kali ini dilakukan dengan sistem hybird. Di mana sebagian peserta hadir secara fisik dan sebagian lagi melalui virtual.

(Baca juga: Kembangkan Parekraf, Sandiaga Jajaki Kerja Sama dengan Pemerintah Rusia)

Sejumlah isu dibahas dalam Rapim tersebut, antara lain tindak lanjut dari kunjungan kerja ke kota Batam dan Bintan, serta kesiapan infrastruktur di lima destinasi super prioritas. Mulai dari infrastruktur penunjang seperti interkoneksi, jangkauan sinyal, events dan experiencenya.

"Kami membahas kerja sama Kemenparekraf dengan Nongsa Digital Park dalam memajukan ekonomi kreatif dan membuka lapangan kerja di sektor animasi, perfilman dan IT. Kita juga melihat besarnya potensi wisata bahari dan olahraga, serta kesiapan konsep travel bubble antara Batam, Bintan, dan Singapura," kata Sandiaga.

Dalam rapat itu juga dibahas pengembangan desa wisata dengan menjadikan Desa Wisata Elang Ancuali sebagai contoh bagi desa wisata lain di Indonesia karena telah menerapkan konsep eco-friendly, pariwisata berkelanjutan, Go-Digital, dan menerapkan protokol kesehatan yang sangat baik.

"Saya juga meminta agar MoU antara Kemenparekraf dan Kementerian BUMN perihal pemanfaatan aset BUMN, pemasaran ekonomi kreatif, desa wisata, gerakan toilet, pengembangan big data dan pertukaran informasi, permodalan parekraf, MICE, hingga gerakan nasional Bangga Berwisata di Indonesia dapat difinalisasi dalam dua minggu ke depan," ucap Sandiaga.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top