Vaksinasi dan Inokulasi Komunikasi

Jum'at, 29 Januari 2021 - 05:07 WIB
loading...
A A A
Komunikasi Berjejaring
Sesungguhnya kalau kita mengikuti proses vaksinasi ini di Indonesia, masyarakat seharusnya tak perlu ragu, mengingat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA). Dengan izin tersebut, vaksin CoronaVac produksi Sinovac Life Science Co Ltd China dan PT Bio Farma (Persero) dapat digunakan untuk program vaksinasi di Indonesia. Dari sisi kerangka referensi evaluatif nilai pun bagi umat Islam telah keluar Fatwa MU Nomor 02 Tahun 2021 Tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac dan PT Bio Farma (Persero). MUI menyatakan bahwa vaksin tersebut hukumnya suci dan halal. Vaksin tersebut boleh digunakan umat Islam sepanjang terjamin keamanannya menurut ahli yang kredibel dan kompeten.

Dari sisi rujukan baik kesehatan maupun agama sudah sangat memadai untuk meyakinkan warga agar ikut vaksinasi. Tetapi, tentu saja komunikasi tidak bersifat instan dan linear. Keluar izin dari BPOM, belum tentu dipahami substansinya. Misalnya banyak masyarakat yang masih bertanya tentang apa yang dimaksud dengan izin penggunaan darurat? Apakah vaksin ini tidak memiliki efek samping pada kesehatan manusia? Tentu masih banyak lagi pertanyaan lain yang harus dijelaskan ke masyarakat awam. Pun demikian dengan fatwa MUI. Substansi fatwa yang komprehensif berdasarkan kajian mendalam dari sejumlah pakar, kiai dan ulama, tidak serta merta bisa dipahami jika tak melakukan komunikasi ke basis masyarakat akar rumput.

Di tengah situasi seperti ini perlu inokulasi komunikasi. Istilah inokulasi komunikasi dikenalkan William J McGuire dalam Inoculation Theory, sebagaimana dikutip di bukunya Pfau, The Inoculation Model of Resistance to Influence (1997). Menganalogikan proses ini seperti di dunia medis, orang harus diberi vaksin untuk merangsang mekanisme daya tahan tubuhnya. Seseorang yang memiliki daya tahan tubuh kuat, tentu tak akan mudah terserang penyakit. Pun demikian dalam proses berkomunikasi, warga harus diberi informasi yang memadai untuk menaikkan “imunitas” pada pikiran warasnya. Bahkan, harus diberikan ulasan, argumentasi, logika berpikir, untuk membantah serangan-serangan virus post-truth termasuk hoaks yang merajalela di sekitar kita terhubung dengan vaksinasi Covid-19 ini.

Pendekatan utama dalam komunikasi yang mendesak dilakukan saat ini adalah sosialisasi vaksin berbasis komunitas. Masyarakat Indonesia, secara sosiologis adalah masyarakat paguyuban. Oleh karenanya, sosialisasi ke kantong-kantong warga untuk mendapatkan pemahaman bersama mutlak harus dilakukan. Komunitas akademis, kepemudaan, keagamaan, kebudayaan dan lain perlu didekati dengan cara yang tepat. Siapa yang menjadi target sasaran pesan? Memersuasi komunitas Gen Y dan Z dengan Gen X atau babyboomers tentu saja akan sangat berbeda. Selain itu, perlu menjaga ruang informasi di media massa dan media sosial dengan cara mengisi narasi tentang vaksinasi yang akan dikonsumsi khalayak. Kata kunci dan pesan-pesan yang mudah dipahami menjadi kunci. Terlebih di era digital, ketika informasi yang mudah dicernalah yang akan mendapat tempat untuk dibagikan dan diviralkan.

Hal yang penting dijaga dan dikelola pemerintah dalam konteks berkomunikasi dengan masyarakat, tentunya menyangkut kepercayaan publik yang tidak bisa serta merta ada dan menguat tanpa adanya komunikasi efektif, terutama dengan masyarakat awam. Paling tidak ada empat strategi yang bisa mendukung sosialisasi vaksinasi yang digencarkan pemerintah saat ini. Pertama, terus-menerus mengelola narasi yang penting dan mudah dipahami masyarakat lintas strata. Terutama untuk menyentuh pemahaman dan mendorong ketergerakan akan pentingnya vaksinasi dalam mengatasi pandemi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenkes Deteksi Ada...
Kemenkes Deteksi Ada 72 Kasus Covid-19 Varian Baru di Indonesia
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Status Pandemi Covid-19...
Status Pandemi Covid-19 Belum Dicabut, Vaksinasi Tetap Penting Dilakukan
Menkes Sebut Vaksinasi...
Menkes Sebut Vaksinasi Covid-19 Berbayar Strategi Menuju Endemi
Perindo Dukung Vaksinasi...
Perindo Dukung Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat
Pandemi Covid-19 Dorong...
Pandemi Covid-19 Dorong Negara Asia Berinovasi dalam Teknologi Medis
Vaksin Booster Covid-19...
Vaksin Booster Covid-19 Tak Harus Sama dengan yang Primer, Begini Aturan Kombinasinya
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Dinkes DKI Jakarta Tambah Lokasi Vaksinasi
Rekomendasi
CCTV Bundaran HI Dituding...
CCTV Bundaran HI Dituding Mati saat Demo Mahasiswa, Diskominfotik DKI Jakarta Buka Suara
Resmi Menikah, Jennifer...
Resmi Menikah, Jennifer Coppen Disambut Hangat Keluarga Justin Hubner
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Berita Terkini
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Prabowo Akan Bertemu...
Prabowo Akan Bertemu Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier di Istana Besok, Bahas Apa?
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved