Jokowi Ingin BKKBN Gunakan Strategi Kekinian Dampingi Masyarakat

loading...
Jokowi Ingin BKKBN Gunakan Strategi Kekinian Dampingi Masyarakat
Presiden Jokowi meminta BKKBN menampilkan strategi komunikasi yang kekinian untuk melakukan pendampingan dan menyosialisasikan program ketahanan keluarga.Foto/SINDOnews
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menampilkan strategi komunikasi yang kekinian untuk melakukan pendampingan dan menyosialisasikan program ketahanan keluarga.

Menurut Jokowi, penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh generasi muda baik yang baru berkeluarga maupun yang akan berkeluarga. Ini merupakan dampak dari bonus demografi. Generasi muda berkarakter digital di mana mereka aktif bermedia sosial. Karena itulah, strategi komunikasi BKKBN harus mengikuti perkembangan situasi yang ada. Baca juga: BKKBN Bakal Mendata Keluarga Berisiko Lahirkan Bayi Stunting

"Metode komunikasi BKKBN juga harus berubah, harus berkarakter kekinian, penyampaian informasi gunakan media yang kekinian. Sehingga sampai pesan itu ke sasaran yang kita inginkan," ujar Jokowi saat membuka Rakornas Kemitraan Bangga Kencana 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/1/2021). Baca juga: Jokowi Akui Target Penurunan Stunting 14% Bukan Perkara Mudah

Menurut Jokowi, kelompok binaan BKKBN ke depan adalah keluarga muda yang akrab dengan teknologi informasi dan digitalisasi. Penyuluhan dengan metode komunikasi yang sesuai dengan kondisi komunikan amat sangat diperlukan agar pesannya sampai. "Nanti yang mendominasi adalah keluarga muda, keluarga produktif. Ini yang harus semua kita tahu dan menyiapakn betul sehingga saat Indonesia emas yang muncul adalah keluarga yang sehat, produktif, keluarga yang betul-betul punya kualitas, karena di tangan merekalah nasib bayi yang baru lahir maupun yang akan lahir ke depan," tuturnya. Baca juga: 7 Juta Bayi Berpotensi Stunting di 2024, Begini Respons Kepala BKKBN



Penyuluh KB yang merupakan kepanjangan tangan BKKBN tidak hanya menyampaikan sosialisasi tentang pengendalian penduduk, tetapi juga harus memberi informasi tentang pembangunan ketahanan keluarga, baik dalam urusan kesehatan, ekonomi, pendidikan, pemenuhan gizi, dan lain-lain.

"Apa yang dikerjakan BKKBN sangat strategis bagi masa depan bangsa dan negara kita karena sesungguhnya keluarga adalah tiang negara. Jika setiap keluarga hidup berkualitas, maka Indonesia juga akan berkualitas, Indonesia juga akan sejahtera dan jangan lupa di tengah keluarga sejahtera akan lahir keluarga yang sehat dan cerdas," tutupnya. Fahreza Rizky
(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top