Kasus COVID-19 Tembus 1 Juta, PKS: Pemerintah Sebaiknya Akui Kelemahan Penanganan Pandemi
Kamis, 28 Januari 2021 - 08:24 WIB
loading...
A
A
A
Dia mendorong pemerintah secara transparan mengaku kelemahan dan kekurangan yang terjadi dalam mengatasi pandemi ini. Pemerintah tidak perlu menjadikan negara-negara lain yang saat ini mengalami lonjakan kasus COVID-19 sebagai pembanding untuk mendapatkan pemakluman.
"Masyarakat tentu akan lebih apresiatif jika pemerintah lebih transparan. Yang tiba-tiba muncul belum lama ini statement Menkes yang menyebut pemerintah salah sasaran soal testing COVID-19. Juga pernyataan Presiden akui sulit terapkan kebijakan gas dan rem,” paparnya.
Setelah pandemi hampir 1 tahun, mulai ada pengakuan. Namun, tidak secara jelas dan sistematis masalah utamanya. Sukamta memberikan contoh sikap Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang meminta maaf dan bertanggung jawab atas kematian akibat COVID-19. Kematian di Inggris mencapai 100 ribu orang. Baca juga: Indonesia Tembus 1 Juta Kasus Covid-19, PKS: Ini Warning Keras
"Saya kira pemerintah tidak perlu menunggu jumlah angka kematian akibat COVID-19 lebih banyak untuk menyatakan minta maaf. Untuk selanjutnya pemerintah harus lebih fokus dan bisa merangkul lebih banyak pihak yang kompeten untuk bersama-sama mengatasi pandemi,” pungkasnya.
"Masyarakat tentu akan lebih apresiatif jika pemerintah lebih transparan. Yang tiba-tiba muncul belum lama ini statement Menkes yang menyebut pemerintah salah sasaran soal testing COVID-19. Juga pernyataan Presiden akui sulit terapkan kebijakan gas dan rem,” paparnya.
Setelah pandemi hampir 1 tahun, mulai ada pengakuan. Namun, tidak secara jelas dan sistematis masalah utamanya. Sukamta memberikan contoh sikap Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang meminta maaf dan bertanggung jawab atas kematian akibat COVID-19. Kematian di Inggris mencapai 100 ribu orang. Baca juga: Indonesia Tembus 1 Juta Kasus Covid-19, PKS: Ini Warning Keras
"Saya kira pemerintah tidak perlu menunggu jumlah angka kematian akibat COVID-19 lebih banyak untuk menyatakan minta maaf. Untuk selanjutnya pemerintah harus lebih fokus dan bisa merangkul lebih banyak pihak yang kompeten untuk bersama-sama mengatasi pandemi,” pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :