Kasus COVID-19 Tembus 1 Juta, PKS: Pemerintah Sebaiknya Akui Kelemahan Penanganan Pandemi

Kamis, 28 Januari 2021 - 08:24 WIB
loading...
Kasus COVID-19 Tembus...
Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sukamta mengatakan situasi saat ini memerlukan perhatian ekstra dari semua pihak, khususnya pemerintah. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Jumlah orang yang terkonfirmasi COVID-19 selalu di atas 10.000 per hari. Sekarang, jumlah total yang terpapar COVID-19 di Indonesia sudah mencapai 1.024.298 . Pada hari Rabu (27/1/2021), orang yang meninggal sebanyak 387.

Angka-angka itu tentu tidak bisa dianggap remeh. Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sukamta mengatakan situasi saat ini memerlukan perhatian ekstra dari semua pihak, khususnya pemerintah. Baca juga: Covid-19 Lewati Angka 1 Juta, Muhammadiyah: Pertaruhan Masa Depan Bangsa

“Jika memperhatikan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, sejak Januari 2021 positive rate selalu di atas 20 persen. Bahkan beberapa kali mencapai 30 persen. Ini jauh di atas standar organisasi kesehatan dunia (WHO) sebesar 5 persen,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Kamis (28/1/2021).

Dia menyebut Indonesia berada pada kondisi sangat kritis. Anggota DPR asal Yogyakarta itu menyatakan pandemi COVID-19 ini semakin sulit dikendalikan akibat kebijakan pemerintah yang berulang kali tidak berjalan efektif.

Kebijakan pembatasan sosial berskala besar(PSBB) dan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak mampu membuat masyarakat semakin disiplin protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

"Yang kami sayangkan, selama ini evaluasi pemerintah cenderung menyebut faktor utama pandemi semakin meluas karena masyarakat yang tidak disiplin prokes. Menkes Budi Gunadi sebut Indonesia enggak disiplin masyarakatnya. Sementara Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan jika masyarakat tak patuh protokol kesehatan, penerapan PPKM Jawa-Bali bakal diperpanjang,” tuturnya. Baca juga: Angka Covid-19 Tembus 1 Juta Kasus, Kemenkes: Kita Tidak Perlu Pesimis

Pernyataan-pernyataan ini seakan menyalahkan masyarakat. Anggota Komisi I DPR itu menerangkan pemerintah semestinya menyampaikan penyebab kebijakan PSBB dan PPKM tidak berjalan efektif untuk lebih mendisiplinkan masyarakat. Jangan gonta-ganti kebijakan yang tambal sulam tanpa menyentuh akar masalah.

Dia mendorong pemerintah secara transparan mengaku kelemahan dan kekurangan yang terjadi dalam mengatasi pandemi ini. Pemerintah tidak perlu menjadikan negara-negara lain yang saat ini mengalami lonjakan kasus COVID-19 sebagai pembanding untuk mendapatkan pemakluman.

"Masyarakat tentu akan lebih apresiatif jika pemerintah lebih transparan. Yang tiba-tiba muncul belum lama ini statement Menkes yang menyebut pemerintah salah sasaran soal testing COVID-19. Juga pernyataan Presiden akui sulit terapkan kebijakan gas dan rem,” paparnya.

Setelah pandemi hampir 1 tahun, mulai ada pengakuan. Namun, tidak secara jelas dan sistematis masalah utamanya. Sukamta memberikan contoh sikap Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang meminta maaf dan bertanggung jawab atas kematian akibat COVID-19. Kematian di Inggris mencapai 100 ribu orang. Baca juga: Indonesia Tembus 1 Juta Kasus Covid-19, PKS: Ini Warning Keras

"Saya kira pemerintah tidak perlu menunggu jumlah angka kematian akibat COVID-19 lebih banyak untuk menyatakan minta maaf. Untuk selanjutnya pemerintah harus lebih fokus dan bisa merangkul lebih banyak pihak yang kompeten untuk bersama-sama mengatasi pandemi,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Targetkan 2 Kali...
PKS Targetkan 2 Kali Lipat Legislator Muda di Senayan pada 2029
PKS Minta Fenomena Calon...
PKS Minta Fenomena Calon Mahasiswa Tidak Daftar Ulang di PTN Jadi Evaluasi SPMB 2026
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Dorong Pendidikan Bermutu,...
Dorong Pendidikan Bermutu, PKS Salurkan Bantuan dan Apresiasi Guru Inspiratif
Peduli Keselamatan Pemudik,...
Peduli Keselamatan Pemudik, PKS Dirikan Posko Pelayanan Mudik Gratis
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Pandemi Covid-19 Usai,...
Pandemi Covid-19 Usai, Kini Muncul Virus Nipah yang Mematikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved