Berdampak Positif, PSBB Tingkatkan Kualitas Udara dan Kurangi Sampah
Sabtu, 16 Mei 2020 - 08:23 WIB
loading...
A
A
A
Imran juga berpendapat, saat pandemi ini limbah rumah tangga juga berdampak negatif untuk lingkungan. Seringnya cuci tangan dengan sabun ternyata dampak jauhnya pada air sabun yang mengalir harus masuk ke saluran air bukan di sembarang tempat. Sebab, air sabun termasuk grey water yang tidak bisa dibuang begitu saja. "Kalau ingin membuat sanitasi hal ini yang harus diperhatikan ada sumber air bersihnya yang jelas," ucapnya. Kemenkes selain mengingatkan untuk menjaga kebersihan diri dengan rajin cuci tangan juga mengkampanyekan hemat air. Salah satu caranya dengan mengecilkan kran tutup air saat sedang mencuci tangan.
Di belahan dunia lain, Mohammad Darvish anggota dari Dewan Keamanan Nasional Iran untuk lingkungan yang dilansir dari Tehran Times mengatakan, dampak lingkungan akibat serangan virus tersebut membuat emisi gas rumah kaca pada Maret 2020 menjadi sama kondisinya dengan 1990-an, yaitu 30 tahun yang lalu.
Terdapat sekitar 3,5 miliar orang di bumi bepergian dengan kereta api, mobil, pesawat, kapal dan alat transportasi lainnya setiap hari. Gerakan dan kegiatan konstruksi semacam tambang juga memberi dampak tekanan pada kerak luar bumi.
Dengan berdiam di rumah maka pelahan-lahan alam menjadi lebih baik. Emisi gas buang dari kendaraan bermotor dan asap industri, juga turun secara drastis.
Air Quality Report menunjukkan tingkat polusi udara di 10 kota global utama telah turun 9 hingga 60 %. Laporan ini meneliti polusi partikel halus (PM2.5) di 10 kota yang memberlakukan lockdown sementara. Survei dilakukan membandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019, serta selama periode yang sama dalam empat tahun sebelumnya. (Baca juga: DPR Kritik Permenkes tentang Pedoman PSBB)
Kota-kota yang termasuk dalam laporan tersebut adalah Delhi, London, Los Angeles, Kota New York, Madrid, Mumbai, Roma, São Paulo, Seoul, dan Wuhan. Penurunan polusi udara paling dramatis terjadi di kota-kota dengan tingkat PM2.5 yang tinggi secara historis yakni
Delhi mengalami pengurangan 60 % dalam pembacaan PM2.5 dibandingkan dengan periode waktu yang sama pada 2019. Seoul mengalami pengurangan polusi udara sebesar 54 % dibandingkan tahun 2019. Sementara itu, kota asal virus ini, Wuhan pengurangan polusi udara sebesar 44 % selama penutupan jika dibandingkan dengan 2019.
Los Angeles mencatat rekor udara bersih terpanjang selama periode lockdown polusi partikel halus di LA turun 31 % bila dibandingkan dengan 2019, dan turun 51 % bila dibandingkan dengan rata-rata empat tahun sebelumnya. (Ananda Nararya)
Di belahan dunia lain, Mohammad Darvish anggota dari Dewan Keamanan Nasional Iran untuk lingkungan yang dilansir dari Tehran Times mengatakan, dampak lingkungan akibat serangan virus tersebut membuat emisi gas rumah kaca pada Maret 2020 menjadi sama kondisinya dengan 1990-an, yaitu 30 tahun yang lalu.
Terdapat sekitar 3,5 miliar orang di bumi bepergian dengan kereta api, mobil, pesawat, kapal dan alat transportasi lainnya setiap hari. Gerakan dan kegiatan konstruksi semacam tambang juga memberi dampak tekanan pada kerak luar bumi.
Dengan berdiam di rumah maka pelahan-lahan alam menjadi lebih baik. Emisi gas buang dari kendaraan bermotor dan asap industri, juga turun secara drastis.
Air Quality Report menunjukkan tingkat polusi udara di 10 kota global utama telah turun 9 hingga 60 %. Laporan ini meneliti polusi partikel halus (PM2.5) di 10 kota yang memberlakukan lockdown sementara. Survei dilakukan membandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019, serta selama periode yang sama dalam empat tahun sebelumnya. (Baca juga: DPR Kritik Permenkes tentang Pedoman PSBB)
Kota-kota yang termasuk dalam laporan tersebut adalah Delhi, London, Los Angeles, Kota New York, Madrid, Mumbai, Roma, São Paulo, Seoul, dan Wuhan. Penurunan polusi udara paling dramatis terjadi di kota-kota dengan tingkat PM2.5 yang tinggi secara historis yakni
Delhi mengalami pengurangan 60 % dalam pembacaan PM2.5 dibandingkan dengan periode waktu yang sama pada 2019. Seoul mengalami pengurangan polusi udara sebesar 54 % dibandingkan tahun 2019. Sementara itu, kota asal virus ini, Wuhan pengurangan polusi udara sebesar 44 % selama penutupan jika dibandingkan dengan 2019.
Los Angeles mencatat rekor udara bersih terpanjang selama periode lockdown polusi partikel halus di LA turun 31 % bila dibandingkan dengan 2019, dan turun 51 % bila dibandingkan dengan rata-rata empat tahun sebelumnya. (Ananda Nararya)
(ysw)
Lihat Juga :