Bencana Alam, Pandemi, dan Urgensi Perbaikan Ekosistem

Minggu, 24 Januari 2021 - 07:13 WIB
loading...
A A A
Banjir bandang di Gunung Mas, Puncak, Bogor, beberapa hari lalu, setidaknya menjadi bukti akibat dari ketidakseimbangan ekosistem. Begitu juga banjir besar yang melanda beberapa wilayah di pulau Kalimantan. Akibat penebangan pohon dan penggundulan, hutan di Kalimantan tak mampu lagi menyerap air.

Tak hanya menyebabkan banjir, rusaknya lingkungan hidup juga menjadi faktor yang mampu mengganggu kesehatan manusia. Banyak penelitian memberi bukti bahwa munculnya ragam virus yang mengganggu kesehatan manusia bersumber dari kegiatan manusia mengeksploitasi SDA secara berlebihan. Kegiatan manusia merambah hutan yang marak memungkinkan patogen atau mikroorganisme parasit pada beragam satwa liar berpindah ke manusia. Mikroorganisme parasit itulah yang menjadi penyebab atau sumber beragam penyakit.

Kalau kesembronoan manusia dengan merusak ekosistem terus berlanjut, bencana seperti banjir, tanah longsor dan kemunculan virus-virus yang merusak kesehatan manusia akan menjadi ancaman permanen bagi kehidupan, sekarang dan di dekade-dekade mendatang. Maka, pandemi global Covid-19 dan terus berulangnya bencana alam tidak hanya mengingatkan manusia untuk berhenti merusak ekosistem.

Seperti halnya bencana alam yang terus berulang, virus SARS-CoV-2 penyebab infeksi Covid-19 dipastikan bukanlah yang terakhir. Virus-virus baru yang mengancam kesehatan manusia berpotensi muncul lagi di kemudian hari sebagai reaksi bumi akibat ketidakseimbangan alam semesta.

Maka, bencana alam yang terus berulang dan krisis kesehatan sekarang ini layak dimaknai sebagai panggilan kepada semua orang untuk peduli dan mulai bekerja memulihkan keseimbangan ekosistem.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
Gerakan Solidaritas...
Gerakan Solidaritas BEM UI untuk Bencana Aceh
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku Utara, Begini Analisa BMKG
Gempa M6,2 Guncang Pulau...
Gempa M6,2 Guncang Pulau Doi Maluku, BMKG: Waspada Gempa Susulan
Rekomendasi
Kostrad Run 2026 di...
Kostrad Run 2026 di Monas, Warga Senang Lihat Alutsista
SPMB PJJ Diresmikan,...
SPMB PJJ Diresmikan, Siap Jangkau Jutaan Anak Tidak Sekolah
Takut Ditangkap, Menteri...
Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York
Berita Terkini
Fenomena Korupsi di...
Fenomena Korupsi di Era Pemerintahan Prabowo Subianto
Mardiono Optimistis...
Mardiono Optimistis PPP NTB Bangkit dan Tembus Target Pemilu 2029
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Galang Dana lewat Jual Buku
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas,...
Tinggalkan Jabatan Kakorlantas, Irjen Pol Agus Suryonugroho Sampaikan Pesan Ini ke Penerusnya
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved